BEAUTY

Kecil-Kecil Taat Berhijab, Mengapa Harus Digugat?

Kaum liberal sepertinya tak pernah kehabisan bahan untuk membuat kontroversi di masyarakat. Seperti baru-baru ini. DW Indonesia memposting ulasannya di twitter, tentang dampak anak pakai jilbab. Dalam postingan itu, DW Indonesia mempertanyakan apakah anak-anak yang dipakaikan jilbab itu memiliki pilihan atas apa yang mereka kenakan (jurnalgaya.pikiran-rakyat.com, 26 September 2020).

Sontak hal ini menuai reaksi dari warganet. Diantaranya datang dari anggota DPR Fadli Zon yang menganggap liputan tersebut menunjukkan sentimen Islamofobia (pikiran-rakyat.com, 26 September 2020). Sementara warganet yang lain menilai apa yang disampaikan DW Indonesia ini adalah pernyataan sepihak dan tidak menunjukkan niat baik. DW Indonesia hanya mengambil pendapat psikolog yang berpihak pada mereka tanpa melibatkan pendapat ulama atau cendekiawan muslim yang mumpuni (gelora.co, 26 September 2020).

Dalih Kebebasan, Kaum Liberal Mengguggat Syariat

Sebenarnya sudah jamak diketahui, kaum liberal memang selalu saja antipati dengan ajaran Islam. Ada saja yang mereka gugat dari aturan-aturan Islam. Dari mulai shalat, puasa, aturan pernikahan sampai bagaimana Islam mengatur berpakaianpun tak luput dari incaran mereka.

Mereka terus saja berupaya menghembuskan angin permusuhan kepada Islam dan penganutnya yang taat. Orang-orang liberal bertindak sok humanis mempersoalkan hal itu, namun anehnya yang selalu menjadi sasaran ulasan mereka selalu dari Islam. Mengapa mereka tidak mempertanyakan aturan selain Islam?

Dalih kebebasan berpendapat selalu menjadi tameng saat banyak orang menghujat pendapat-pendapat nyeleneh mereka. Seakan-akan umat Islam seharusnya menghargai perbedaan pandangan dan tidak memaksakan pendapatnya. Padahal merekalah yang selalu memulai memantik perselisihan dan membuat kegaduhan di masyarakat. Tak henti-henti mereka berupaya menyusupkan keraguan kepada umat terhadap kebenaran ajaran agamanya sendiri.

Begitu pula kali ini. Orangtua yang membiasakan anaknya berhijab sejak dini digugat. Mereka menilai anak-anak itu seakan tak punya pilihan sikap atas apa yang diterapkan orangtuanya dalam hal pakaian. Liberalis menganggap hal ini bisa berdampak pada lahirnya sikap eksklusif anak kelak dalam pergulannya bersama teman-temannya.

Ya begitulah suka-suka mereka berseloroh. Mereka hanya menyoroti satu sisi dan menegasikan sisi lain dari ajaran Islam termasuk dalam mendidik anak. Mereka tak punya dasar pegangan yang benar tentang pendidikan anak dalam Islam, namun sok bijak seakan membela hak anak. Pandangan mereka tentang hijab pada anak sekaligus menggugat perlakuan orangtua yang mereka nilai mengekang anak-anaknya untuk bebas berekspresi.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button