SURAT PEMBACA

Keke & Momo Challenge Sampah Liberal Perusak Generasi

Setelah viralnya aplikasi Tik Tok di dunia maya, kini media sosial digemparkan dengan aplikasi hiburan yang tak kalah menghebohkan jagad dunia maya saat ini.

Keke & Momo Challenge yang akhir-akhir ini viral di dunia maya seakan seperti penyakit yang mewabah. Pengikutnya tak hanya kalangan anak-anak dan remaja akan tetapi kalangan dewasa pun beramai-ramai mengikuti Keke & Momo Challenge.

Seperti apa Keke Challenge itu?
Sebuah tantangan dalam menari, seorang pelaku tantangan harus ‘melompat’ keluar dari mobil dan membiarkan pintu mobilnya terbuka. Sembari mobil berjalan pelan, pelaku tantangan harus melakukan beberapa gerakan tari sambil diiringi oleh lagu In My Feelings Challenge dari Drake.

Ada lagi salah satu permainan tantangan yang di suguhkan bernama “Momo Challenge” yang lebih menakutkan dan menantang. Permainan ini cukup berbahaya bahkan dapat menyebabkan anggota yang ikut dalam permainan tersebut untuk melakukan bunuh diri. Tantangan Challenge inipun mentargetkan para anggotanya kalangan anak-anak mulai umur 12 tahun.

Fenomena challenge dan aplikasi media hiburan lainnya seperti diatas adalah sebagai salah satu dampak negatif tekhnologi tanpa batas yang berkembang saat ini. Peranan sistem sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan, dan sistem liberalisme yang mengusung kebebasan yang di terapkan saat ini pun telah menjauhkan idealisme kaum muslimin terutama bagi generasi muslim. Sehingga pemuda masa kini sangat jauh dari Islam yang seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupannya

Kaum muslimin tidak lagi punya kekhasan sendiri. Yang ada dari gaya dan penampilan bahkan akhlak dan tingkah lakunya hanya ingin mengikuti gaya barat atau gaya orang kafir.

Liberalisme dan hedonisme sebagai buah dari peradaban kapitalisme telah menjauhkan kaum muslimin dan generasi muslim dari profil Khoiru Ummah (umat terbaik).

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ ١٢٠

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Q.S Al-Baqarah: 120)

Generasi yang seharusnya memiliki visioner, produktif, kreatif dan inovatif dalam kebaikan kini berlomba-lomba melakukan hal yang sia-sia. Padahal Allah SWT telah memuji kaum muslimin sebagai ummat terbaik . Sebagaimana dalam firman-Nya surat Al Imron :110

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آَمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. “

Sungguh barat telah berhasil menjauhkan kaum muslimin dengan gempuran liberalisme dan hedonisme.

Oleh karena itu untuk mencegah lost generasi kita harus menjadikan Islam sebagai satu-satunya sistem yang harus diterapkan dalam kehidupan. Islam sebagai sistem hidup dari sang pencipta yaitu Allah SWT yang akan menyelamatkan generasi.

Wallahu a’lam

Selvi Sri Wahyuni Spdi
Muslimah Peduli Generasi

Back to top button