#Pilpres 2019NASIONAL

Ketua BPN Prabowo-Sandi Instruksikan Boikot Metro TV

Jakarta (SI Online) – Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jenderal (Purn) Djoko Santoso, mengaku dirinyalah yang mengeluarkan instruksi agar memboikot stasiun televisi Metro TV.

Keputusan itu diambil lantaran stasiun televisi milik Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh itu dinilai kerap menyerang kubu Prabowo.

“Saya orangnya enggak mau setengah-setengah, dia (Metro TV, red) nyerang terus, ngerjain terus, visi misi kita nggak pernah dimuat,” ujar Djoko di sela pengukuhan elemen relawan Prabowo-Sandi di Posko Pemenangan di Jalan Gayam Kota Yogyakarta, Senin (19/11/2018) seperti dilansir Tempo.co.

Djoko menuturkan, sebelum keputusan memboikot itu keluar, pihaknya banyak menerima kritik soal visi misi partai pengusung Prabowo-Sandi yang tak mendapat ruang yang cukup dalam pemberitaan televisi swasta tersebut.

“Jadi daripada tanggung-tanggung, akhirnya dua minggu kemarin kita putuskan, sudah kita boikot saja, itu saya perintahkan boikot Metro (TV),” ujar mantan KSAD itu.

Djoko pun mengulas garis besar visi misi Prabowo-Sandi kepada para jaringan relawan yang hadir. Djoko menuturkan dalam memimpin negara, Prabowo-Sandi akan mengutamakan kepentingan rakyat.

Visi-misi Prabowo-Sandi, ujar Djoko, seluruhnya terinspirasi dari sila satu hingga sila lima Pancasila. Seluruh cita-cita dalam Pancasila itu, ujar Djoko, relatif sudah tertuang semua dalam visi-misi Prabowo Sandi meski belum sempurna.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Metro TV Don Bosco Selamun menyesalkan pemboikotan tersebut. Walaupun dia mengakui kubu Prabowo memang berhak memboikot medianya.

Don Bosco mempertanyakan tayangan-tayangan yang dipermasalahkan kubu Prabowo. Ia mengklaim program-program di Metro TV sudah menghadirkan narasumber dari kedua kubu yang berkontestasi di pilpres 2019. “Pertanyaannya, mana yang tidak fair?” kata Don Bosco, Senin (5/11/2018).

red: A Syakira
sumber: Tempo.co

Artikel Terkait

Back to top button