NASIONAL

Kiai Didin: Jika Ada Rakyat yang Lapar, Pemerintah Tanggung Jawab Dunia Akhirat

Bogor (SI Online) – Kebijakan untuk berdiam diri di rumah saat terjadi wabah penyakit menjadi dilematis bagi masyarakat bawah.

Meski dalam suasana kekhawatiran karena pandemi, masyarakat miskin sulit berdiam diri di rumah, mereka harus keluar untuk berusaha mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Didin Hafidhuddin mengatakan, kebijakan tersebut tidak berjalan mulus karena masyarakat dengan penghasilan sedikit akan masalah jika tidak keluar rumah.

“Kalau dilakukan lockdown masyarakat itu harus terjamin, karena itu tugas pemerintah,” jelas Kiai Didin dikutip Suara Islam Online, Ahad (18/7/2021) melalui kajian di Kalam TV.

Kiai Didin menjelaskan, dalam pandangan Islam, salah satu tugas pemerintah adalah menjamin rakyatnya agar tidak ada yang kelaparan.

“Pemerintah harus memberikan makanan agar jangan sampai ada yang lapar, kalau ada yang lapar pemerintah tanggungjawab dunia akhirat,” jelasnya.

Terkait hal itu, Kiai Didin mencontohkan salah satu pemimpin Islam yaitu Khalifah Umat bin Khattab yang memberikan keteladanan tentang kepedulian dan jaminan kepada rakyatnya.

“Khalifah Umar bin Khattab pernah mengatakan, selama saya memimpin menjadi khalifah tidak boleh ada yang kelaparan. Jangankan manusia, binatangpun tidak boleh ada yang kelaparan.”

Menurut Kiai Didin, kewajiban pemimpin salah satunya harus memastikan rakyatnya tidak kelaparan. “Soalnya pertanggungjawaban dihadapan Allah sangat berat, jadi jangan dianggap sepele,” tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya menyarankan ketika terjadi musibah hendaknya pemerintah melibatkan semua pihak untuk mencari solusinya. “Dan dilakukan penangangan secara komprehensif, secara bersama-sama,” tandas Kiai Didin.

red: adhila

Artikel Terkait

Back to top button