MAHASISWA

Klarifikasi Kepala BPIP Bikin Pusing

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, memang telah membuat klarifkasi terkait pernyataannya yang kontroversial ketika menyebut agama sebagai musuh terbesar Pancasila.

Dilansyir dari akun resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Twitter @BPIPRI memuat klarifikasi. Berikut klarifikasinya :

“Yang saya maksud adalah bahwa Pancasila sebagai konsensus tertinggi bangsa Indonesia harus kita jaga sebaik mungkin. Pancasila itu agamis karena ke-5 sila Pancasila dapat ditemukan dengan mudah dalam Kitab Suci keenam agama yang diakui secara konstitusional oleh NKRI.

Namun pada kenyataannya, Pancasila sering dihadap-hadapkan dengan agama oleh orang-orang tertentu yang memiliki pemahamam sempit dan ekstrim, padahal mereka itu minoritas (yang mengklaim mayoritas). Dalam konteks ini, ‘agama’ dapat menjadi musuh terbesar karena mayoritas bahkan setiap orang, beragama, padahal Pancasila dan agama tidak bertentangan bahkan saling mendukung.”

Klarifikasi yang ia buat justru membingungkan sama sekali tidak mencerahkan.

Dalam statemenya ia mengatakan. “Pancasila sering dihadap-hadapkan dengan agama” dari statement ini kelihatan bahwa beliau memandang Agama sejajar dengan Pancasila. Bagaimana mungkin ibu disejajarkan dengan anak.

Sederhananya, Pancasila adalah produk budaya orang yang beragama. Sementara Agama dalam kontekstual keyakinan bukanlah produk budaya. Disinilah kesalahan berfikir. Mensejajarkan Agama dengan Pancasila. Sehingga ia memandang Agama sebagai ancaman Pancasila.

Padahal cukup Anda katakan. Agama adalah sumber moral Pancasila, dan mustahil antara keduanya menegasikan satu sama lain. Yang mungkin terjadi adalah, Pancasila bisa jadi terancam oleh produk budaya diluar Agama, seperti liberalis, kapitalis, komunis dan ekstrimis. Penegasian bisa terjadi hanya pada subtansi yang sejajar. Budaya bisa dinegasikan oleh budaya.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi perlu mengevaluasi dan mempertimbangkan kembali tentang penempatan Yudian sebagai Kepala BPIP. Setidaknya, Jokowi perlu mengingatkan Yudian agar tidak lagi membuat kegaduhan dengan pernyataan kontroversial seperti ketika menjadi rektor.

Deni Kurniawan
Mahasiswa Mathla’ul Anwar

Artikel Terkait

Back to top button