#Banjir 2020NASIONAL

Menteri Basuki Akui Tol Japek Kebanjiran karena Proyek Infrastruktur

Jakarta (SI Online) – Banjir melanda Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) pada Selasa (31/12) hingga Rabu (1/01/2020) lalu. Banjir terjadi di Tol Japek ini terjadi di Km 24.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, banjir yang melanda Tol Japek disebabkan karena saluran drainase tersumbat proyek yang sedang berlangsung di sekitar Km 24 Japek.

“Karena drainasenya tersumbat oleh kegiatan proyek, kita bongkar, mudah-mudahan sekarang sudah selesai,” ucap Basuki di Istana Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2020), seperti dilansir Rmol.id.

Lebih lanjut, Basuki tidak merinci proyek apa yang membuat saluran drainase itu tersumbat.

Namun, berdasarkan pantauan di lapangan di lokasi yang disebut Basuki saat ini sedang ada pengerjaan proyek Lintas Rel terpadu (LRT), proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Basuki hanya mengatakan, dirinya telah mengirim ratusan pegawainya untuk melakukan pengecekan di lokasi-lokasi yang kebanjiran.

“Kami dari jam 8 mulai berangkatkan 287 pegawai PU, kami sebar sesuai dengan rekomendasi BNPB di 180 titik yang saat ini kebanjiran untuk mensurvei penyebab banjir, apakah ada tanggul yang jebol, apakah ada drainase yang tersumbat, apakah ada pompa yang rusak, atau yang lain-lain,” beber Basuki.

Setelah itu, barulah pada Ahad (5/1), Basuki akan mengevaluasi hasil pengecekan tersebut, untuk selanjutnya dilakukan perbaikan.

“Minggu kami kumpul kita identifikasi apa yang harus kita lakukan, Senin kita lakukan karena tanggal 11, 12, 13, 14, 15 menurut BMKG merupakan puncak dari hujan di bulan Januari ini, jadi kita semua harus siap-siap,” imbuh Basuki.

red: asyakira

Artikel Terkait

Back to top button