INTERNASIONAL

Menyasar Militer Iran, Israel Lancarkan Gelombang Serangan Udara ke Suriah

Tel Aviv (SI Online) — Militer Israel melancarkan gelombang serangan udara di Suriah, pada Kamis (10/05), setelah mengklaim bahwa Iran telah melesatkan roket ke Dataran Tinggi Golan, demikian dilansir BBC Indonesia (10/5).

Sementara Koresponden Al-Arabiya melaporkan bahwa faksi-faksi bersenjata Iran di Suriah menembakkan roket dari Suriah ke posisi Israel di Dataran Tinggi Golan.

Militer Israel mengatakan pasukan Iran di sisi dataran tinggi Golan yang dikuasai Suriah menembaki pos-pos tentara Israel di dataran tinggi strategi tetapi tidak menyebabkan korban.

Israel membalas serangan itu, kata juru bicara militer Letnan Kolonel Jonathan Conricus, tanpa merinci. Insiden larut malam itu diikuti gelombang ketegangan antara Israel dan Suriah, di mana pasukan Hezbollah Iran dan Lebanon telah membantu Damaskus memukul mundur militan oposisi.

Conricus mengatakan bahwa, dalam serangan Kamis, sekitar 20 proyektil, kemungkinan besar roket, ditembakkan oleh Pasukan Quds, sebuah sayap eksternal dari Korps Pengawal Revolusi Iran, sekitar pukul 12.10 pagi.

Israel telah meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari terakhir, mengantisipasi kemungkinan pembalasan Iran. Iran telah bersumpah membalas dendam setelah menyalahkan Israel atas serangkaian serangan udara mematikan terhadap posisi Iran di Suriah.

Israel mengatakan serangan ke Suriah menyasar sejumlah aset Iran, termasuk tempat penyimpanan senjata, peluncur rudal, dan fasilitas intelijen. Gempuran itu diklaim Israel juga menghancurkan sistem pertahanan udara Suriah setelah mereka balas menembak meski sudah diperingatkan agar tidak ikut campur.

Setelah melaksanakan serangan, pesawat-pesawat tersebut kembali ke Israel. Media pemerintah Suriah melaporkan dua rudal Israel telah ditangkal dan dua warga sipil tewas dalam ledakan.

Namun, lembaga Pemantau HAM di Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan rudal-rudal iu mengenai sebuah tempat penyimpanan senjata Iran dan menewaskan 15 personel pro-pemerintah. Turut tewas dalam serangan itu juga delapan personel Pasukan Garda Revolusi Iran dan beberapa warga non-Suriah.

Sumber : Al-Arabiya/BBC

Artikel Terkait

Back to top button