RESONANSI

Merdeka Atau Mati! Hari-Hari Terakhir Perjuangan Bangsa dari Penjajahan Oligarki

Merdeka atau mati adalah kata-kata semangat yang dikumandangkan oleh Bung Tomo untuk membangkitkan keberanian para pejuang tanah air untuk melawan penjajah Belanda.

Dan kalau di analogikan ia hampir sama dengan wajah masa depan bangsa pada Pemilu tahun ini. Berjuang untuk merdeka atau akan mati menjadi budak dan hamba penjajahan oligarki.

Tanggal 11 Februari ini adalah hari pemilihan Presiden bagi warganegara yang berada di luar negara. Sementara tanggal 14 Februari ini adalah pemilihan Presiden Indonesia yang baru.

Artinya tinggal menghitung hari perjuangan kita untuk memenangkan Presiden perubahan dengan cara mengalahkan calon yang hanya ingin melanjutkan rejim karena mereka adalah bagian dalam sistem pemerintahan rejim itu sendiri.

Sosial, ekonomi, budaya, politik, pembangunan, serta masa depan bangsa dan negara sedang dijajah oleh Oligarki.

Infrastruktur seperti jalan, listrik, air bersih, biaya kesehatan, pendidikan, kemakmuran dan kesehteraan bangsa sedang dijajah.

Sebuah negara yang kaya sumber daya alamnya tetapi hampir 10 persen rakyatnya berstatus miskin.

Lebih 23 persen rakyat hanya tamat SD, 11 persen lebih tidak tamat SD dan 23 persen lebih tidak sekolah.

Kemiskinan, pengangguran, kriminalitas akibat dari korupsi dan salah dan tidak pandai mengurus negara sedang kita saksikan di depan mata

Ponten indeks korupsi Indonesia hanya 34/100 dengan rangking 110 dari 180 negara yang paling korup. Ini berarti ia sejajar dengan tingkat korupsi di negara Afrika dan negara mundur lainnya.

Saatnya semua anak bangsa melakukan serangan umum untuk memerdekakan bangsa dan negara dari penjajahan oligarki.

Tidak perlu mengangkat bambu runcing dan melakukan serangan gerilya dalam perjuangan ini.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button