NASIONAL

Milad ke-43, MUI akan Bangun Kantor 17 Lantai di Bambu Apus

Jakarta (SI Online) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) segera memiliki kantor sendiri. Sebab selama 42 tahun berkiprah melayani dan melindungi umat, MUI selalu menumpang kantor. Saat ini, gedung empat lantai yang digunakan sebagai kantor MUI di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, adalah milik Kementerian Agama.

“Menara MUI akan menjadi sejarah karena setelah berkhidmat lebih dari 42 tahun, baru kali ini MUI akan memiliki gedung sendiri yang dibangun atas prakarsa dan dukungan dari berbagai pihak,” ungkap Ketua Pelaksana Milad ke-43 MUI Lukmanul Hakim dalam sambutannya di lokasi pembangunan Menara MUI, Jl Mabes Hankam, Bambu Apus, Jakarta Timur, Kamis 26 Juli 2018.

Kepada Jokowi yang hadir dalam peringatan Milad MUI ke-43, Lukman melaporkan bahwa Menara MUI berlokasi di Jl. Raya Hankam, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang merupakan kawasan perkantoran yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang bernuansa Islami, antara lain perhotelan, convention center, hingga pusat kuliner halal. Menara MUI dibangun di atas lahan seluas 2.000 m2 terdiri dari 17 lantai perkantoran, masjid, dan fasilitas lainnya.

“Menara MUI dibangun dengan pola kerjasama dengan berbagai pihak, dimana pembiayaannya dilakukan melalui reksadana syariah, wakaf, dan model pembiayaan lainnya,” kata Lukman.

Lukman menjelaskan secara singkat alasan pendirian Menara MUI. Merujuk pada amanat Kongres MUI, kata Lukman, keberadaan menara MUI merupakan sebuah keniscayaan. Sebagai lembaga yang berperan sangat strategis dalam upaya membangun karakter bangsa bernafaskan Islam, MUI sudah waktunya memiliki gedung sendiri yang pembangunannya Insyaallah akan didukung dan disambut dengan suka cita oleh berbagai kalangan, baik kalangan ulama, pengusaha, maupun masyarakat umum lainnya.

“Berkaitan dengan itu, di hadapan yang terhormat Bapak Presiden, kami mengetuk hati para hadirin di sini untuk bersama-sama berpartisipasi dalam pembangunan menara MUI ini,” ungkap Direktur LPPOM MUI itu.

Dalam kesempatan terpisah, Lukman menjelaskan, pembangunan gedung MUI dilakukan oleh investor. MUI, kata dia, membeli Menara ini dengan dana yang berasal dari wakaf, infak, sedekah, dan skema reksadana syariah.

“Pembangunan ditargetkan selesai sebelum Munas MUI 2020. Insyaallah Munas MUI nanti sudah bisa dilaksanakan di Menara MUI,” ujar Lukman.

Gedung terdiri 20 lantai. Tiga lantai paling bawah tersambung dengan dua tower sebelah Menara MUI–Safa Tower dan Marwa Tower—sebagai area bisnis produk halal, kuliner halal, bisnis syariah, dan fashion Islami. Perkantoran yang akan dipakai sebanyak 4-5 lantai. Dua belas lantai sisanya akan disewakan untuk perkantoran.

Nilai bangunan Menara MUI yang seluas 15 ribu meter persegi ini Rp600 milyar. Ditargetkan lunas dibeli MUI dalam lima tahun. Per tahun perlu pengumpulan dana Rp120 milyar. Per bulan senilai Rp10 milyar.

“Sampai sehari sebelum Peletakan Batu Pertama, Alhamdulillah, sudah ada komitmen sumbangan dari lima pihak masing-masing satu milyar,” kata Lukman.

red: shodiq ramadhan

Artikel Terkait

Back to top button