SURAT PEMBACA

Mohon Pertanggungjawaban Pak Wapres, Generasi Z ‘Kerasukan’ BTS!

Belum beres masalah kehebohan dana haji, kini negeri ini diviralkan dengan antrean panjang  di sebuah restoran cepat saji. Akibat dari yang demikian lebih dari selusin gerai restoran makanan cepat saji McDonald’s di Indonesia ditutup sementara pada Rabu (9/6/2021).

Penutupan ini tentu dipicu karena membeludaknya pembeli BTS Meal, menu baru hasil kolaborasi dengan boyband asal Korea Selatan, BTS. Gerai McDonald’s di Jakarta dan beberapa kota lainnya telah ditempelkan stiker penutupan. Setidaknya terpantau 13 gerai yang dibanjiri pengemudi pengiriman makanan online yang membelikan pesanan BTS Meal.

Antre gegara menu baru? Sungguh terlalu! Menu yang membuat generasi Z seolah kerasukan adalah BTS Meal. Menu ini merupakan paket makanan berupa nugget ayam, kentang goreng, dan minuman, yang pertama kali tersedia di Indonesia. Paket makanan ini telah dijual di puluhan negara sejak Mei 2020 (cnnindonesia.com, 9/6/2021).

Nah yang membuat tergila-gilanya adalah penyematan BTS yang merupakan boyband superstar global dengan jutaan penggemar di seluruh dunia sejak debut mereka pada tahun 2013 silam pada menu makanan tersebut.

Siapa saja yang menggilai BTS atau dikenal dengan sebutan Army, maka mereka akan berupaya segenap tenaga dan pengorbanan untuk mencurahkan kecintaannya. Termasuk merogoh kocek membeli paket BTS Meal tersebut. Entah dengan mengantre langsung atau mengorbankan tukang ojek online untuk membelinya via delivery order.

Miris! Fenomena ini mengingatkan pesan Pak Wapres tempo hari. KH Makruf Amin pernah menyampaikan pernyataan bahwa maraknya budaya Korean-pop diharapkan dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia dalam berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri (tirto.id, 20/9/2020).

Nah kalo generasi Z “kerasukan” BTS yang menjadi bagian dari gerombolan K-Pop mau bagaimana lagi? Sampai lupa jika kita masih ada di tengah pandemi yang belum bisa diatasi sampai saat ini.

Zenerasi Z yang semestinya menjadi agen perubahan bangsa justru dirapuhkan dengan mental pembebek. Mereka mengidolakan sosok yang sebenarnya tidak patut untuk diidolakan. Mirisnya berlipat, mengingat negeri ini mayoritas berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Tapi krisis identitas.

Lantas di mana aqidah mereka yang seharusnya dijadikan landasan untuk berpikir dan bertindak? Penggila K Pop telah rela melakukan apa saja demi kecintaan mereka kepada pujaan hatinya alias boy band atau girl band yang digilainya.

Lupakah mereka bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda:

Sulaiman bin Harb telah menyampaikan kepada kami, dia mengatakan, ‘Kami diberitahu oleh Hammad bin Zaid dari Tsabit dari Anas Radhiyallahu anhu ,dia mengatakan bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hari kiamat. Orang itu mengatakan, ‘Kapankah hari kiamat itu?’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam balik bertanya, ’Apa yang telah engkau persiapkan untuk hari itu?’ Orang itu menjawab, ‘Tidak ada, hanya saja sesungguhnya saya mencintai Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.’ (HR Bukhari)

Lalu jika generasi Z kadung mengidolakan BTS yang dari segi keyakinan saja mereka berseberangan. Entah atheis atau agnostik. Gaya hidup mereka liberal, penuh dengan kehura-huraan. Siapkah nasib Gen Z  kelak di akhirat dikumpulkan dengan mereka?

Mohon Pak Wapres dan jajarannya untuk mempertanggungjawabkan. Mohon generasi Z diselamatkan dari kekrisisan identitas ini. Bukankah dulu Rasulullah Saw pun pernah mencontohkan dalam membina generasi muda agar menjadi penjaga Islam yang amanah? Rasulullah Saw menghimpun 40 orang pemuda Muslim untuk dibina di Baitul Arqam agar memiliki pola pikir dan pola sikap yang Islami. Setelah mumpuni maka adanya mereka siap diterjunkan ke masyarakat untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

Sungguh semua indah dalam kehidupan saat Islam diterapkan secara paripurna. Tak ada generasi alay yang menghabiskan waktunya untuk berhura-hura atau menonton konser karena saking tergila-gila pada idolanya. Semua pikiran, tenaga, hartanya dicurahkan demi meraup pahala, menolong agama Sang Pencipta. Sungguh merindukan suasana yang demikian.

Jadi, mohon sekali agar Pak Wapres dan jajaran pemimpin negeri ini untuk mengembalikan generasi Z pada fitrahnya. Mengeratkan mereka pada visi misi hidupnya. Bahwa kita semua diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan malah diperbudak oleh BTS atau idola yang tak semestinya. Wallahu’alam bishowab.

Ammylia Ummu Rabani, Pendidik Generasi Qurani/Komunitas Penulis Bela Islam.

Artikel Terkait

Back to top button