#Tragedi KM50NASIONAL

Pada Enam Jenazah Laskar FPI Terdapat Lebih dari Satu Tembakan Mengarah ke Jantung

Jakarta (SI Online) – Enam jenazah mujahid Laskar Pembela Islam (LPI) yang gugur pada Senin (7/12) lalu, akhirnya dimakamkan pada Rabu pagi (9/12). Lima dari enam jenazah dimakamkan di Markaz Syariah, Megamendung, Puncak, Bogor, sedangkan satu jenazah dimakamkan di Jakarta Barat.

DPP Front Pembela Islam (FPI) secara resmi telah mengeluarkan keterangan mengenai kondisi keenam jenazah tersebut.

Menurut FPI, dalam keterangan yang ditandatangani Ketua Umum KH A Shabri Lubis dan Sekum Munarman, Rabu (9/12/2020), pada seluruh jenazah para syuhada ditemukan lebih dari satu lubang peluru. Kemudian, tembakan terhadap para syuhada tersebut memiliki kesamaan sasaran, yaitu semua tembakan mengarah ke jantung para syuhada.

“Dilihat dari bekas tembakan, menurut pendapat ahli yang hadir dalam pemandian jenazah, bahwa para syuhada ditembak dari jarak dekat,” ungkap FPI.

Menurut ahli yang hadir dalam pemandian jenazah, lanjut FPI, tembakan ke arah jantung para syuhada tersebut ada yang dilakukan dari depan, bagian dada dan ada yang dilakukan dari belakang.

Kemudian, pada tubuh sebagian besar para syuhada, juga terdapat tanda-tanda bekas penyiksaan.

Atas tindakan aparat terhadap rombongan Habib Rizieq dan pembuhan terhadap laskar pengawal HRS, FPI mendorong Komnas HAM, Komnas Anak dan Komnas Perempuan untuk melakukan investigasi. FPI mengatakan, dalam rombongan HRS yang diganggu pada rangkaian peristiwa penembakan tersebut terdapat perempuan, bayi dan balita.

“Kami mendorong pihak Komnas HAM untuk memperluas keterlibatan dan partisipasi publik dengan merekrut komisioner ad hoc dari kalangan masyarakat sipil yang profesional dan independen serta berintegritas untuk menjadi anggota Tim Pencari Fakta dalam peristiwa “extra judicial killing” ini,” ungkap FPI.

red: farah abdillah

Artikel Terkait

Back to top button