NASIONAL

Panglima TNI: Pandemi Covid-19 Belum Terkendalikan

Jakarta (SI Online) – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menyatakan, pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum dapat dikendalikan.

Hal itu ia sampaikan setelah melihat data perkembangan kasus positif dan lonjakan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia.

“Fakta ini membuktikan pandemi masih belum dapat dikendalikan,” ungkap Hadi dalam acara bertajuk “Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit” yang dilaksanakan secara virtual, Sabtu (30/01/2021) seperti dilansir Republika.co.id.

Manta KASAU itu menjelaskan, memasuki awal 2021 di Indonesia masih terlihat peningkatan pertambahan kasus Covid-19.

Dia memamparkan, sepanjang 20 Januari hingga 29 Januari 2021 saja, rata-rata terdapat lebih dari 12.000 kasus positif Covid-19 baru setiap harinya. Hingga pada Selasa (26/01) lalu, jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai angka satu juta kasus.

“Rekap jumlah kasus tersebut diikuti oleh lonjakan angka kematian. Sesuai data dari WHO, jumlah kematian akibat Covid-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir jadi yang tertinggi di Asia dan jadi urutan ke-12 di dunia,” kata Hadi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia mengalami berbagai cobaan berat saat memasuki 2021. Hal itu disampaikan Jokowi saat memberi sambutan secara virtual dalam pembukaan Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPL-PGI) di Jakarta, Senin (25/01).

“Sepanjang 2020 dan memasuki 2021, kita menghadapi beberapa ujian, beberapa cobaan yang sangat berat, pandemi Covid-19 yang melanda dunia 215 negara dan Indonesia telah mengakibatkan krisis kesehatan dan krisis ekonomi,” kata Jokowi.

Meski begitu, Jokowi mengklaim Indonesia termasuk negara yang bisa mengendalikan dua krisis tersebut dengan baik.

“Tetapi, permasalahan belum sepenuhnya selesai. Pandemi masih berlangsung dan kita masih selalu waspada dan siaga. Beberapa hari yang lalu, Kalimantan Selatan diterpa banjir yang melanda beberapa kabupaten dan kota, tanah longsor di Sumedang, kecelakaan Sriwijaya Air, dan juga gempa di Sulawesi Barat di Mamuju dan Majene,” tutur Jokowi.

sumber: republika.co.id

Artikel Terkait

Back to top button