SPORTS

Pemain NFL Azeez Al-Shaair Beri Penghormatan untuk Gadis Palestina yang Syahid Wafaa Akila

JAKARTA (Suaraislam.id)— Pemain american football Azeez Al-Shaair terus konsisten menyuarakan kepedulian terhadap anak-anak Palestina yang menjadi korban. Ia mengenakan stiker pelindung silau mata (eye black) bertuliskan nama Wafaa Akila, bocah delapan tahun yang syahid akibat serangan pasukan Israel di Gaza.

Linebacker tim Houston Texans tersebut mengenakan plester hitam di hidungnya saat pertandingan melawan Cincinnati Bengals pada Ahad (20/9/2026). Langkah ini dilakukan beberapa hari setelah ia mengenakan stiker bertuliskan nama Hind Rajab saat laga melawan Buffalo Bills pada 13 September 2026.

Aksi sebelumnya membuat Al-Shaair dijatuhi denda sebesar 11.941 dolar AS oleh pihak NFL karena dianggap melanggar aturan pakaian dan perlengkapan pemain.

Pemain bola basket Kyrie Irving kemudian memberi dukungan dengan menawarkan diri untuk membayar denda tersebut. Al-Shaair mengonfirmasi bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Bintang sembilan kali NBA All-Star tersebut.

Al-Shaair menepis kekhawatiran terkait denda tersebut saat berbicara kepada awak media pekan lalu.

“Bagi saya ini hal yang lebih besar. Berapa harga sebuah nyawa? Apakah sebuah nyawa senilai 11.000 dolar AS? Tidak, saya pikir nyawa tidak ternilai harganya,” tegas Al-Shaair.

Pada penampilan pertamanya sejak dijatuhi sanksi, Al-Shaair kembali turun ke lapangan dengan tulisan “Wafaa Akila” di pelindung matanya.

Pada 6 September 2026, yang seharusnya menjadi hari pertama sekolah bagi Wafaa Akila, bocah tersebut terbunuh bersama ayahnya dalam serangan Israel di barat Gaza saat perjalanan pulang.

Drone Israel menghantam mobil mereka hingga hangus terbakar, meninggalkan hanya beberapa lembar halaman buku sekolah Akila yang tersisa. Beberapa jam sebelumnya, Akila sempat tersenyum saat difoto sebelum berangkat ke sekolah.

Aksi genosida Israel di Gaza telah membatasi akses pendidikan bagi 660.000 anak di wilayah tersebut. PBB mencatat sekitar 90 persen bangunan sekolah mengalami kerusakan atau hancur total.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan bahwa Israel telah membunuh sedikitnya 21.500 anak-anak sejak 7 Oktober 2023.

Gugurnya Akila serupa dengan kisah Hind Rajab (5) yang tewas setelah tentara Israel menembaki mobil keluarganya pada 29 Januari 2024. Panggilan telepon dari Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina yang merekam detik-detik terakhir hidupnya sempat diangkat dalam dokudrama yang masuk nominasi Oscar.

Al-Shaair membagikan unggahan tentang Akila serta respons ibunya atas peristiwa tersebut di akun Instagram pribadinya pada Ahad.

1 2Laman berikutnya
Back to top button