#Erdogan MenangINTERNASIONAL

Pendukung: Erdogan Pemimpin Terpercaya Kelas Dunia

Ankara (SI Online) – Rakyat Turki kembali dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan. Mantan Walikota Istanbul berusia 64 tahun ini merupakan petahana. Sebelum jadi presiden dalam sistem parlementer, Erdogan pernah menjadi Perdana Menteri.

Di mata pendukungnya, Erdogan adalah pemimpin terpercaya kelas dunia. Seperti diungkap Tyasar Ayhan, tukang cukur Recep Tayyip Erdogan ketika presiden Turki itu masih menjadi Wali Kota Istanbul. Foto mereka berdua masih tergantung di tempat usaha Ayhan di distrik Kasimpasa, tempat Erdogan dibesarkan.

Ayhan, 52, terakhir melihat presiden saat berbuka puasa Ramadan. Katanya, rambut Erdogan lebih tipis karena terbebani oleh banyaknya tantangan yang dihadapi negara.

“Saya memilih Tayyip Erdogan,” katanya. “Kami bangga padanya. Dia bukan hanya seorang pemimpin, tetapi seorang pemimpin dunia,” ujarnya, yang dilansir The Guardian, Senin (25/6/2018).

Para pendukung mengaku memilih Erdogan karena mereka yakin politisi kawakan Turki itu menjadi pemimpin terpercaya yang bisa memimpin negara melewati krisis ekonomi. Sikap Erdogan yang pro-Muslim juga menjadi alasan lain.

“Dia menyampaikan apa yang dia katakan, dan dapat dipercaya dan adil,” kata Ayhan. “Dia lembut tetapi tangguh pada musuh Turki.”

Sementara itu Recep, 37, mengaku memilih Erdogan dalam pemilihan presiden karena dia berasal dari distrik yang sama. Tapi, untuk pemilu parlemen dia memberikan suaranya untuk partai Saadet Islam, yang telah berkampanye dengan keras untuk memperbaiki ekonomi.

“Saya yakin anggota parlemen AKP tidak efisien karena korupsi,” kritik Recep, yang enggan memberikan nama panjangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam pemilu presiden Erdogan meraih lebih dari 52 persen suara dari 97 persen suara yang telah dihitung. Sedangkan dalam pemilu parlemen AKP dan mitra koalisinya meraih lebih dari 45 persen suara.

Rival terkuat Erdogan, Muharrem Ince dari Partai Rakyat Republik (CHP) meraih lebih dari 29 persen suara. CHP menempati posisi kedua dengan hampir 21 persen suara.

Pemilu Turki yang digelar kemarin merupakan pemilu bersejarah, karena menjadi pemilu pertama di bawah sistem konstitusi baru, yakni sistem presidensial. Sistem pengganti parlementer yang berusia sekitar seabad itu membuat seorang presiden lebih berkuasa, termasuk intervensi hukum, memilih wakil presiden, hingga menghapus posisi perdana menteri.

Selama sistem parlementer, Erdogan dan AKP juga sudah berkuasa selama sekitar 16 tahun. Sistem presidensial disetujui melalui referendum pada tahun lalu sebagai respons pemerintah atas upaya kudeta yang gagal pada Juli 2016.

red: shodiq ramadhan

Artikel Terkait

Back to top button