#Tragedi KM50NASIONAL

Pengacara FPI: Kami Diserang, Ditembaki Orang Tak Dikenal

Jakarta (SI Online) – Pengacara Front Pembela Islam (FPI), Sugito Atmo Prawiro, mengatakan para laskar Front Pembela Islam (FPI) adalah pihak yang diserang, bukan yang menyerang. Keterangan ini berkebalikan dengan pernyataan Kapolda Metro Jaya.

”Kami tidak tahu siapa yang menembaki itu. Kami tak kenal. Namun, yang jelas sekarang yang meninggal enam orang. Pihak Kapolda dalam rilisnya menyatakan seakan ada peyerangan dari laskar FPI. Padahal tidak begitu, kami malah diserang,” kata Sugito, Senin siang (7/12/2020) seperti dilansir Republika.co.id.

Menurut informasi, enam orang Laskar FPI itu masing-masing bernama (panggilan): Fais, Ambon, Andi, Reza, Luthfi, dan Khadafi. Keenam pemuda itu adalah anggota Laksus Madar DKI Jakarta.

Terkait barang bukti yang ditunjukkan polisi berupa pistol beserta peluru, Sugito membantah bila itu milik laskar FPI.

“Setahu saya, laskar FPI tidak pernah ada dan tidak diperbolehkan punya pistol. Sekarang kok tiba-tiba ada barang bukti pistol itu, ada apa? Pistol siapa itu,” ujarnya lagi.

Melihat ketidakpastian ini, Sugito kemudian mendesak agar segera dibentuk tim independen untuk mencari tahu kejelasan dari peristiwa tersebut.

“Jadi untuk objektivitas maka harus dibentuk tim idenpenden. Untuk memastikan siapa pelaku dan siapa yang memulai,” katanya.

Sebelumnya, FPI dalam keterangan tertulis yang ditandatangani Ketum KH A Shabri Lubis dan Sekum Munarman, juga membenarkan adanya peristiwa penghadangan dan penembakan terhadap rombongan Habib Rizieq Syihab di dekat pintu tol Kerawang Timur.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button