Perempuan Bingung Itu Bernama Kumaila

Perempuan itu bernama Kumaila Hakimah. Ratusan ribu ‘penggemarnya’ di Youtube dan Instagram. Ia banyak tampil di Cokro TV dan podcastnya Forbidden Questions. Ia putri seorang Guru Besar Ilmu Psikologi Islam, Prof Dr Ahmad Mubarok.
Perempuan yang kini tidak berjilbab ini lahir pada 27 September 1992. Masa kecilnya dididik orang tuanya dengan pendidikan agama yang baik. Umur 10 tahun dikabarkan bahwa ia sudah hafal Al-Qur’an. Ia mengatakan, hafal Al-Qur’an itu hal yang biasa, bukan sebuah prestasi.
Ia menempuh pendidikan masa remajanya di Pesantren As-Syafi’iyah Sukabumi. Meski ia juara satu di sekolah itu, tapi ia merasa tidak nyaman disitu. Ia cerita bahwa bacaan novel, majalah dan lain-lain yang dimilikinya, pernah disita guru pesantren. Dengan campur tangan ibunya akhirnya pihak pesantren mengembalikan buku-buku bacaannya.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan tingginya ke Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) di Jakarta. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (S1), setelah mengenyam pendidikan di sana.
Ia mengaku bahwa sejak di pesantren banyak pertanyaan di benaknya yang tidak memperoleh jawaban yang memuaskan bagi dirinya.
Anak yang ‘cerdas dan pemberani’ ini nampaknya seperti ingin mememuaskan intelektualitasnya (dan hawa nafsunya). Ia kemudian lari dari ilmu-ilmu keislaman ke ilmu-ilmu sekuler. Lari dari bacaan yang ditulis ilmuwan-ilmuwan Islam ke bacaan ilmuwan-ilmuwan Barat (orientalis). Maka jangan heran kini ia menggugat hal-hal yang mendasar dalam Islam seperti Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup, Kewajiban Jilbab, Keharaman Babi dan lain-lain.
Dalam sebuah dialog dengan Ade Armando di podcastnya, Kumaila menyatakan bahwa Al-Qur’an itu sudah kadaluwarsa. Ia tidak bisa lagi menjadi pegangan untuk sepanjang zaman. Alasannya misalnya ayat-ayat perang dalam Al-Qur’an yang sudah tidak bisa diterapkan lagi di masa kini.
Pendapat-pendapat Kumaila semacam ini, banyak ditentang oleh netizen Muslim yang mempunyai pandangan Islam yang luas. Namun ia banyak didukung oleh kalangan non Islam dan netizen ‘Muslim abangan’.
Pemikiran-pemikiran Kumaila itu menunjukkan tingkat bacaannya yang terbatas. Ia tidak membaca mukjizat-mukjizat Al-Qur’an dalam ilmu sains. Ia juga tidak merenungkan mukjizat Al-Qur’an dalam ilmu sosial. Kalau saja ia membaca buku ilmuwan Prancis yang masuk Islam, Prof Marcaille Bucaille mungkin pendapatnya akan berubah. Atau ia membaca buku-buku mualaf Amerika, ahli matematika Prof Jeffry Lang mungkin ia tidak akan seberani itu mengungkapkan pendapatnya tentang Al-Qur’an.
Bucaille menulis buku Al-Qur’an, Bible dan Sains Modern. Ia bandingkan pandangan-pandangan Al-Qur’an dan Bible tentang sains, dan ia menemukan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan penemuan sains modern. Ia mendapati banyak kesalahan di Bible.
Salah satu ayat yang membuat Bucaille masuk Islam adalah surat al Alaq. Al-Qur’an menyatakan,
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (sesuatu yang melekat/bergantung).” (QS. al Alaq 1-2)