NASIONAL

Pesantren Al-Furqon Lamongan Dibakar, FPI: Sering Terjadi Ketika Kekuatan Komunis Berkuasa

Jakarta (SI Online) – Front Persaudaraan Islam (FPI), Ormas Islam pengganti Front Pembela Islam yang dilarang oleh rezim Jokowi, melihat pembakaran terhadap Pondok Pesantren Al-Furqon milik Muhammadiyah Cabang Laren,Lamongan, Jawa Timur, merupakan tindakan sengaja untuk memperkeruh keadaan.

Karena itu, FPI turut menyampaikan keprihatinan dan turut berduka atas upaya meneror pondok pesantren milik Muhammadiyah di Lamongan tersebut.

“Kami minta agar pihak berwajib segera mengungkap dalang di balik upaya pembakaran tersebut hingga tuntas,” ungkap FPI dalam pernyataannya, Senin 11 Januari 2021.

Wakil Ketua Dewan Tanfidzi FPI, KH Awit Masyhuri mengatakan, penyerangan terhadap pondok pesantren dan terhadap ulama sudah seringkali terjadi dalam perjalanan sejarah pergolakan Republik Indonesia. Terutama ketika kekuatan komunis berkuasa melalui sarana Nasakom dan ketika umat Islam lengah, sebagaimana terjadi pada periode 1960-1966, 1998 dan ketika menjelang pemilu 2019.

Baca juga: Pesantren Al-Furqon Milik Muhammadiyah Lamongan Dua Kali Dibakar

“Pada periode tersebut jelas sekali terlihat skenario pelemahan terhadap umat Islam dan menjadikan umat Islam dan tokoh Islam sebagai sasaran teror untuk menakut-nakuti umat Islam secara keseluruhan,” ungkap Awit.

FPI, lanjut Awit, mengimbau agar umat Islam selalu siaga dan tidak lengah serta membangun sistem keamanan mandiri untuk mengantisipasi teror terhadap umat Islam, ulama dan lembaga Islam lainnya.

red: farah abdillah

Artikel Terkait

Back to top button