LAPORAN KHUSUS

Raja Abdullah Lindungi Israel dari Serangan Iran tapi Tak Bela Palestina, Rakyat Yordania Marah

Setelah bantuan Yordania dalam menembak jatuh rudal Iran, media Israel melaporkan bahwa pemerintah Israel diperkirakan akan memperpanjang perjanjian bantuan air dengan Yordania untuk satu tahun lagi, yang merupakan permintaan Yordania sebelumnya.

“Pemerintah Yordania berulang kali mengatakan bahwa mereka akan melakukan yang terbaik untuk menghadapi semua rudal yang melewati wilayah udaranya.

Pertanyaannya adalah, apakah Yordania akan menghadapi pesawat atau rudal militer Israel jika mereka menyerang Iran?” tanya Ahmad Awad, pendiri dan direktur Phenix Center for Economic and Informatics Studies, kepada The New Arab, Selasa (16/4/2024).

Awad mengatakan ada kemarahan yang meluas atas penggunaan wilayah udara Yordania untuk mencegah rudal Iran mencapai Israel, namun masyarakat ragu-ragu untuk mengkritik tindakan pemerintah tersebut di depan umum.

“Jelas bahwa posisi negara-negara Barat memiliki bias yang tidak adil dan buta dalam membela rezim apartheid Israel. Mereka tidak memperhatikan kepentingan rakyat di Yordania dan Palestina,” imbuh Awad.

Pemerintah Yordania telah menyerukan diakhirinya perang Israel di Gaza, mengusir duta besarnya dari Amman dan mendukung kasus Afrika Selatan yang menuduh Israel melakukan genosida.

Meski begitu, warga Yordania menyerukan tindakan yang lebih tegas dari pemerintah. Ribuan warga Yordania telah melakukan protes di depan Kedutaan Israel di Amman sejak 26 Maret, menyerukan Yordania untuk melanggar perjanjian damai tahun 1994 dengan negara Yahudi tersebut.

Pihak berwenang Yordania telah menanggapi protes tersebut dengan penangkapan, menahan lebih dari 200 orang selama tiga minggu terakhir.

Organisasi hak asasi manusia telah meminta pemerintah untuk membiarkan protes damai terus berlanjut tanpa gangguan. [sindonews.com]

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button