MUHASABAH

Ramadan, Optimalkan Perjuangan Meraih Takwa

Di sisi lain, hak-hak dasar umat kian diabaikan. Kebutuhan pokok kian mahal. Pendidikan kian mahal dan susah diakses. Kesehatan tak jauh beda. BPJS Kesehatan seolah menjadi lahan untuk memalak rakyat. Atas dalih membangun negeri, dana umat pun diembat. Ironisnya, kekayaan negeri yang melimpah dibiarkan dieksploitasi habis-habisan oleh tuan penguasa dan cukong. Alhasil, kondisi umat kian nestapa di atas tawa tuan penguasa dan oligarki di sekitarnya.

Jelas, di bulan Ramadan ini, menjadi pekerjaan rumah seluruh elemen umat Islam untuk mengoptimalkan perjuangan dakwah dan syiar Islam di bulan Ramadan ini. Menjadikan Ramadan sebagai bulan perjuangan, khususnya perjuangan dalam mengembalikan syariat Islam secara kafah sebagai solusi solutif atas berbagai problematika yang menimpa negeri ini.

Tak ayal, Ramadan menjadi momentum penting menyatukan elemen kekuatan umat, yakni ketaatan, doa, dakwah, dan persatuan. Tujuannya untuk mewujudkan misi agung tegaknya hukum Allah SWT secara kafah di bumi Allah SWT. Insyaallah, kekuatan umat inilah yang nantinya mengundang turunnya pertolongan Allah SWT terhadap perjuangan dakwah kaum muslimin.

Maka, luruskan niat dan ikhlaskan hati terhadap setiap pengorbanan dan perjuangan di jalan dakwah. Sebab sungguh tidak ada satu pun yang sia-sia dalam setiap pengorbanan dan perjuangan di jalan-Nya. Apalagi pengorbanan dan perjuangan dakwah di bulan Ramadan ini. Sebab sungguh Allah SWT akan melipatgandakan pahala dan menurunkan pertolongan-Nya. Predikat takwa pun sukses diraih. Insyaallah.

“Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (TQS. Ar-Rum [30]: 47).

Wallahu ‘alam bishshawab.

Jannatu Naflah, Praktisi Pendidikan

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button