#Tolak RUU HIPNASIONAL

Ribuan Massa Aliansi Anti Komunis Kepung Gedung DPR, Tolak RUU HIP

Jakarta (SI Online) – Aliansi Nasional Anti Komunis kembali menggelar aksi menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2020).

Aksi digelar bertepatan dengan Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan IV Tahun 2019-2020. Selain menolak RUU HIP, ribuan massa juga meminta agar inisiator RUU HIP ditangkap.

Massa Aliansi Nasional Anti Komunis merupakan gabungan dari berbagai organisasi Islam dan nasional. Mayoritas mereka adalah anggota Persaudaraan Alumni 212, Front Pembela Islam (FPI) dan GNPF Ulama. Ikut pula mengawal aksi itu berbagai laskar dari berbagai organisasi seperti Laskar Pembela Islam (LPI), Bang Japar, API Jawa Barat, dan lainnya.

Baca juga: Tuntut Pencabutan RUU HIP, ANAK NKRI Akan Kembali Datangi Gedung DPR RI

Aksi dan berbagai orasi berjalan dengan tertib dengan dikawal ribuan aparat kepolisian. Gerimis sempat turun di tengah-tengah aksi.

Orasi dihentikan saat waktu memasuki shalat Zuhur. Massa segera berwudhu dengan air mineral yang dibawa dan menggelar shalat Zuhur berjamaah. Usai shalat mereka melanjutkan orasi kembali.

Menanggapi aksi massa dari Aliansi Nasional Anti Komunis, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan bahwa RUU HIP dan RUU Omnibus Law Cipta Kerja tidak akan disahkan dalam Rapat Paripurna hari ini.

Tolak RUU HIP!

“Kemarin, rapat Badan Musyawarah yang kemudian mengagendakan acara rapat paripurna hari ini untuk penutupan masa sidang itu saya pastikan tidak ada pengesahan Rancangan Undang-Undang HIP menjadi Undang-Undang dan/ atau Rancangan Undang Omnibus Law menjadi Undang-Undang Omnibus Law, itu tidak ada,” kata Dasco di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta.

Selain menyangkal DPR RI akan mengesahkan dua RUU yang mendapat penolakan dari masyarakat tersebut, Dasco juga mengimbau agar tokoh-tokoh yang melakukan orasi menolak RUU HIP di Gedung MPR/DPR/DPD RI untuk mengecek lebih dulu kebenaran isu-isu yang beredar di masyarakat.

red: farah abdillah

Artikel Terkait

Back to top button