GERAKAN ISLAM

Seabad Tarjih, Muhammadiyah Siapkan Panduan Fikih Kedaulatan Pangan dan Lansia

Surabaya (Suaraislam.id) — Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih Muhammadiyah akan membahas lima materi utama, mulai dari fikih lanjut usia hingga fikih kedaulatan pangan. Agenda strategis tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5–7 November 2026 di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Jawa Timur.

“Kami juga akan menyelenggarakan Muhammadiyah Heritage Walk, yaitu kegiatan penelusuran jejak sejarah K.H. Mas Mansur di Surabaya, termasuk kunjungan ke tempat-tempat yang berkaitan dengan kehidupan dan perjuangan beliau, serta ziarah ke makam beliau,” ujar Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Ustadi Hamsah, saat peluncuran logo dan pemaparan materi munas di Umsura, Senin (12/10/2026).

Munas tersebut mengusung tema “Satu Abad Tarjih: Meneguhkan Akidah, Memperindah Akhlak, Menguatkan Ibadah, dan Memberdayakan Umat untuk Peradaban Berkemajuan”. Kegiatan ini akan diikuti oleh para peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Ustadi menjelaskan bahwa lima materi utama yang dibahas meliputi Fikih Lanjut Usia, Fikih Kedaulatan Pangan, Risalah Akidah Islam Muhammadiyah, Risalah Akhlak Islam Praktis, serta pengembangan Himpunan Putusan Tarjih, termasuk pembahasan hukum taśwīb.

Fikih Lanjut Usia akan mengulas tuntunan Islam terkait pelayanan, perlindungan, dan panduan ibadah bagi kelompok lanjut usia. Sementara itu, Fikih Kedaulatan Pangan berfokus pada kemandirian pangan, keadilan akses, kesejahteraan petani dan nelayan, pemanfaatan teknologi, serta perlindungan kelompok rentan.

Selain persidangan, panitia juga menggelar dua seminar nasional. Seminar pertama membahas kedaulatan pangan berbasis nilai Islam, sedangkan seminar kedua mengangkat tema Manhaj Tarjih dan Ijtihad Muhammadiyah, dari warisan K.H. Mas Mansur hingga persoalan kebangsaan masa kini.

Ustadi berharap munas ini tidak hanya menghasilkan keputusan keagamaan, tetapi juga memperkuat peran Majelis Tarjih dalam mengembangkan pemikiran Islam yang responsif terhadap ilmu pengetahuan dan persoalan kemanusiaan.

Sementara itu, Rektor Umsura, Prof. Mundakir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Munas XXXIII.

“Atas nama pimpinan universitas, kami mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Umsura sebagai tuan rumah Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah. Insyaallah, kami telah menyiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan dengan sebaik-baiknya untuk menyambut seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Mundakir.

Menurutnya, Munas Tarjih merupakan forum penting yang mempertemukan pemikiran keislaman, tradisi keilmuan, perkembangan ilmu pengetahuan, dan kebutuhan nyata masyarakat. Umsura pun telah menyiapkan fasilitas persidangan, layanan peserta, dukungan teknologi informasi, serta saluran publikasi.

“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat tradisi intelektual Muhammadiyah, tetapi juga menghasilkan gagasan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.[]

Sumber: ANTARA

Back to top button