INTERNASIONAL

Sekjen OKI Tuding KL Summit Bertentangan dengan Kepentingan Komunitas Islam

Riyadh (SI Online) – Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Yousef Al-Othaimeen menuding Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kuala Lumpur, Malaysia yang diikuti 56 negara Muslim bertentangan dengan kepentingan komunitas Islam.

Acara yang dihadiri empat kepala negara Muslim (Malaysia, Iran, Turki dan Qatar) ini menghadapi kritik karena diorganisir di luar naungan OKI.

Othaimeen mengatakan, mengadakan pertemuan di luar naungan OKI akan memecah solidaritas Islam. “Setiap pelemahan OKI adalah pelemahan Islam dan Muslim,” katanya, seperti dilansir Arab News pada Kamis (19/12/2019).

“Bukan kepentingan negara Islam untuk mengadakan KTT dan pertemuan di luar kerangka kerja (OKI), terutama pada saat ini ketika dunia menyaksikan banyak konflik,” sambungnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad telah membantah laporan bahwa KTT Kuala Lumpur dimaksudkan untuk menggantikan OKI.

“KTT Kuala Lumpur yang memasuki edisi ke-5 adalah inisiatif Organisasi Non-Pemerintah, yang didukung oleh Pemerintah Malaysia dan tidak dimaksudkan untuk menciptakan blok baru sebagaimana disinggung oleh beberapa kritikusnya. Selain itu, KTT ini bukan platform untuk membahas tentang agama atau urusan agama tetapi secara khusus untuk membahas keadaan urusan umat Islam,” bunyi Mahathir, dalam pernyataan yang dirilis oleh kantornya kemarin.

red: asyakira

Artikel Terkait

Back to top button