SUARA PEMBACA

Selamatkan Generasi dari Gempuran Sekularisasi

Tahun boleh berganti. Namun, problematika remaja masih saja meninggalkan benang kusut. Sederet kasus kekerasan, perundungan, hingga pembunuhan yang menimpa generasi muda di tahun 2022, belum juga hilang dalam benak. Kini, awal tahun 2023 dibuka dengan kasus pembakaran dan pembunuhan sadis yang dilakukan oleh remaja di Pasuruan dan Makassar.

MHM (16), santri asal Desa Karangjati, kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, nekat membakar juniornya INF (13) pada Sabtu, 31 Desember 2022. MHM tega membakar INF hidup-hidup karena korban dituduh mencuri barang milik pelaku. Akibat kejadian tersebut INF mengalami luka bakar di punggung dan dirawat di Rumah Sakit Husada Pandaan. (kompas.com, 3/1/2023).

Sementara di Kota Makassar, terobsesi melakukan transaksi jual beli organ di sebuah website, dua orang remaja AR (17) dan AF (14) nekat menculik dan membunuh bocah 11 tahun bernama Fadli. Korban tewas setelah dicekik dan dibenturkan ke tembok. Panik lantaran calon pembeli tidak menjawab pesan, kedua pelaku pun memutuskan untuk membuang jasad korban ke Jalan Inspeksi Kanal, Waduk Nipa-Nipa, Moncongloe, Maros. (detik.com, 11/1/2023).

Kasus pembakaran oleh MHM dan kasus pembunuhan sadis oleh AR dan AF jelas menambah daftar panjang problematika pemuda hari ini. Hanya karena uang dicuri, diri pun tersulut emosi, hingga tega bakar teman sendiri. Tergiur pundi-pundi rupiah, cara pintas lagi sadis pun dilakukan. Rasa takut pun hilang demi menghilangkan nyawa. Halal-haram pun terlupakan yang penting dapat kaya. Begitulah pola pikir generasi muda yang terinfeksi sekularisme hari ini.

Kasus MHM, AR, dan AF merupakan secuil potret buram generasi muda hari ini. Di luar sana, segunung masalah pemuda menunggu untuk dituntaskan, mulai dari perundungan, tawuran, seks bebas, LGBT, narkoba, hingga kekerasan sampai menghilangkan nyawa. Namun, nyatanya alih-alih terselesaikan, problematika pemuda malah kian mengular.

Inilah potret suram generasi muda dalam belenggu sekularisme. Dijerat berbagai virus kerusakan yang menggiring pemuda ke jurang kenistaan. Pemuda yang digadang-gadang menjadi tulang punggung negeri ini di masa depan, nyatanya potensinya tengah dibajak dan dirusak dalam naungan sistem ini.

Sistem pendidikan yang beraroma sekuler pun nyata mencetak generasi muda yang minim iman dan berorientasi materi. Pemisahan agama dari kehidupan menjadikan pemuda menihilkan halal-haram sebagai standar perbuatan. Standar kebahagiaan pun bukan lagi berasaskan rida Sang Pencipta, melainkan berasaskan pundi-pundi rupiah. Inilah pemuda hari ini, generasi yang tengah sakit dalam pelukan sekularisme.

Upaya penyelamatan generasi muda jelas menjadi hal yang sangat mendesak untuk dilakukan. Sebab, di tangan pemudalah masa depan negeri ini digenggam. Jika hari ini pemudanya saja tengah sakit, lalu bagaimana nasib bangsa ini di masa depan? Alhasil, membutuhkan sebuah sistem alternatif yang mampu mencetak generasi muda potensial, sang penjaga peradaban.

Sistem alternatif tersebut tidak lain adalah Islam. Sebuah sistem paripurna yang mampu menjaga fitrah pemuda sebagai pemimpin masa depan. Sebagaimana misi ini telah Allah SWT kabarkan, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” (TQS. Al-Baqarah[2]: 30).

Sejatinya, mengembalikan fitrah pemuda berarti mengembalikan hakikatnya pada misi penciptaannya, yakni sebagai hamba Allah SWT yang lemah dan terbatas yang membutuhkan aturan-Nya untuk mengarungi kehidupan. Untuk menjaga fitrah pemuda ini tak ayal lagi membutuhkan penerapan sistem Islam secara komprehensif, yang tidak hanya mengatur urusan ibadah saja, tetapi juga mengatur seluruh aspek kehidupan, tak terkecuali sistem pendidikan sebagai aspek vital mencetak generasi terbaik.

Dalam paradigma Islam, sistem pendidikan dibangun atas asas akidah Islam. Sehingga melahirkan kurikulum pendidikan yang bertujuan membentuk generasi yang memiliki syakhsiyah Islamiyah, yakni individu yang memiliki kepribadian islami, yang mana pola pikir dan pola sikapnya berlandaskan pada aturan Islam.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

BACA JUGA
Close
Back to top button