INTERNASIONAL

Serangan Penjajah Israel Makin Meluas di Tepi Barat

155 Bangunan Dihancurkan

Selama Agustus, otoritas pendudukan melakukan 71 operasi penghancuran yang menyasar 155 bangunan. Jumlah itu terdiri atas 47 rumah yang dihuni, delapan rumah kosong, 33 bangunan yang menjadi sumber penghidupan, 61 bangunan pertanian, dan enam bangunan lainnya.

Jumlah penghancuran tertinggi terjadi di Jenin dengan 29 bangunan, disusul Jericho dan Hebron masing-masing 24 bangunan, Nablus 21 bangunan, Ramallah dan Al-Bireh 16 bangunan, Yerusalem 15 bangunan, Bethlehem 13 bangunan, Tubas sembilan bangunan, Tulkarem tiga bangunan, dan Qalqilya satu bangunan.

Otoritas pendudukan juga mengeluarkan 44 pemberitahuan penghancuran terhadap bangunan dan properti Palestina. Sebanyak 11 pemberitahuan dikeluarkan di Hebron, masing-masing delapan di Yerusalem dan Bethlehem, serta masing-masing lima di Jenin dan Tulkarem.

Operasi penghancuran tersebut secara langsung berdampak terhadap sedikitnya 200 warga yang telah didokumentasikan, termasuk 75 anak-anak dan 56 perempuan.

12 Rencana dan Proyek Permukiman

Selama Agustus, otoritas pendudukan mendorong 12 rencana dan proyek permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem. Rencana itu terdiri atas enam rencana yang diajukan, empat yang telah disetujui, dan dua rencana yang masuk dalam tender pembangunan.

Langkah tersebut mencakup 3.819 unit permukiman, sedangkan luas rencana yang diajukan dan disetujui mencapai 5.472,22 dunam.

Tepi Barat mencakup sembilan rencana, terdiri atas empat rencana yang diajukan dengan 912 unit permukiman di atas lahan seluas 476,618 dunam di permukiman Avigayl, Hananit, Psagot, dan Giv’at Ze’ev.

Tiga rencana lainnya telah disetujui dan mencakup 156 unit di atas lahan seluas 4.871,402 dunam. Salah satu yang paling menonjol adalah perluasan Jalan Nomor 60 antara Persimpangan Tapuah dan Persimpangan Polisi Inggris sepanjang 18 kilometer dengan luas 4.693 dunam.

Otoritas pendudukan juga menawarkan dua tender pembangunan 1.861 unit permukiman, terdiri atas 627 unit di Kokhav Ya’akov dan 1.234 unit di kawasan E1. Langkah ini membawa proyek E1 menuju tahap pelaksanaan. Proyek tersebut bertujuan menghubungkan permukiman Ma’ale Adumim dengan Yerusalem sekaligus memutus kesinambungan geografis Palestina antara bagian utara, tengah, dan selatan Tepi Barat.

Di Yerusalem yang diduduki, otoritas pendudukan mengumumkan tiga rencana permukiman. Dua di antaranya telah diajukan dan mencakup 890 unit di atas lahan seluas 30,176 dunam. Sebanyak 650 unit direncanakan di permukiman baru Nofi Rachel di pintu masuk barat Sur Baher, sementara 240 unit berada di Gilo.

Selain itu, satu rencana pembangunan infrastruktur di selatan Gilo telah disetujui dengan luas 94,024 dunam.

Komite Perlawanan Tembok dan Permukiman menegaskan bahwa berlangsungnya pembangunan unit permukiman bersamaan dengan proyek jalan, infrastruktur, dan tender E1 menunjukkan adanya jalur terpadu untuk membentuk kembali geografi Palestina, menghubungkan blok-blok permukiman Israel, sementara pada saat yang sama memecah dan mengisolasi komunitas-komunitas Palestina.

sumber: infopalestina

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button