#Kriminalisasi UlamaMUHASABAH

Sidang Offline H125, Penyusup Bisa Buat Onar dan Kembali Online

Hari ini, 26 Maret 2021, adalah hari pertama sidang offline (hadir langsung di ruang sidang) yang akan dijalani oleh H125. Di pesidangan sebelumnya, majelis hakim PN Jakarta Timur mengabulkan permohonan H125 agar sidang-sidang selanjutnya bisa dia hadiri langsung.

H125 sangat berkepentingan hadir langsung. Di samping perjuangan yang pasti all-out dari tim pembelanya, H125 sendiri ingin memastikan agar dia mendengarkan langsung tanpa hambatan teknis dan psikologis apa-apa yang diucapkan oleh semua pihak di ruang pengadilan.

Mengapa ada hambatan teknis dan psikologis di persidangan online (daring)? Hambatan teknis tentu saja sudah sama-sama dipahami. Bagi H125, tampaknya ada hambatan psikologis kalau dia tetap mengikuti sidang daring.

Pertama, bisa saja ada perasaan bahwa sidang itu tidak serius, padahal dia sangat serius. H125 tentu telah menyiapkan diri secara maksimum. Dia pasti sudah tahu kekuatan dirinya dan sudah paham pula tentang pihak-pihak yang dihadapinya.

Kedua, H125 adalah orang yang sudah terbiasa beradu argumentasi dengan cerdas, tegas, tapi santun di ruang sidang. Berbicara lewat daring pastilah terasa “kosong”. Terasa seperti seminar daring, barangkali.

Ketiga, berada di ruang sidang dan langsung menghadapi hakim, jaksa dan tim hukum, akan membuat H125 bisa menatap langsung orang-orang yang betul-betul hadir untuk menegakkan keadilan atau yang hanya hadir sebagai “perpanjangan tangan”.

Untuk mendapatkan persetujuan sidang offline ini bukan perjuangan yang ringan. H125 dan tim hukum sudah menyampaikan jaminan bahwa para pendukung Imam Besar itu tidak akan menimbulkan masalah kalau mereka datang ke PN Jakarta Timur. Ketika dia berusaha meyakinkan majelis hakim tentang sidang offline, H125 mengatakan dia akan mengeluarkan imbauan kepada para pendukung agar tertib dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Di sini, para pendukung H125 perlu sangat berhati-hati jika mereka memutuskan untuk datang ke lokasi sidang. Sebab, bisa saja ada orang-orang tak dikenal yang sengaja disseludupkan ke kawasan di sekitar PN Jakarta Timur untuk menimbulkan keonaran.

Kalau nanti terjadi keributan, maka sangat mungkin pihak yang berwenang akan mengembalikan persidangan ke sistem daring (online) dengan alasan keamanan dan ketertiban (kamtib). Ini sangat mungkin terjadi. Sangat mungkin. Bisa di sidang hari ini atau di sidang-sidang selanjutnya.

Jadi, untuk kepentingan agar H125 tetap bisa sidang offline sampai selesai, para pendukung sebaiknya memikirkan dengan matang perlu-tidaknya hadir di lokasi sidang. Atau, kalau pun merasa perlu hadir, hendaknya memahami betul aspek-aspek negatif yang bisa muncul di lapangan.[]

26 Maret 2021
Asyari Usman, Penulis wartawan senior

sumber: facebook asyari usman

Artikel Terkait

Back to top button