NASIONAL

Sikapi Kekerasan di India, Sukamta: Pemerintah Bawa ke PBB, Rakyat Boikot Film

Jakarta (SI Online) – Pemerintah Indonesia didorong agar mengambil tindakan atas kekerasan terhadap Muslim di India.

“Negara Indonesia sebagai negara maju yang menjunjung tinggi HAM serta memiliki sikap bebas aktif dalam hubungan antarnegara harus mengambil langkah-langkah strategis dalam permasalahan dunia, salah satunya permasalahan kemanusiaan di India,” ungkap Anggota Komisi I DPR Sukamta dalam pernyataan tertulis yang diterima Suara Islam Online, Sabtu pagi (29/2/2020).

Sukamta menilai, pemerintah India tidak bisa melindungi warga negaranya ketika terjadi kekerasan kepada minoritas Muslim oleh mayoritas Hindu. Akibatnya puluhan orang tewas dan ratusan lainnya terluka.

Baca: Hindu Radikal India Serang Muslim, Korban Tewas 38 Orang

“Masjid tempat ibadah kaum muslimin serta toko-toko disekitarnya dibakar oleh orang-orang yang menolak perbedaan,” jelas Sukamta.

Dengan fakta-fakta tersebut, Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri itu menilai pemerintah India telah melanggar Resolusi Dewan HAM PBB 16/18 tentang Memerangi Intoleransi dan Diskriminasi.

“Sebagai negara yang menjunjung tinggi HAM dan mayoritas berpenduduk muslim, maka pemerintah Indonesia harus bersikap terhadap masalah ini,” ungkap Sukamta.

Pemerintah RI, kata Sukamta, harus mendorong PBB untuk mengambil tindakan tegas atas diskriminasi pemerintah India terhadap rakyat India yang beragama muslim. Jika tidak ada tindakan tegas maka kejadian yang sama akan berulang.

Sukmata mengusulkan, dengan posisi strategis sebagai anggota Dewan HAM PBB di Jenewa sekaligus sebagai anggota Dewan Keamanan PBB, Indonesia harus ikut serta dalam usaha pencapaian misi perdamaian dunia.

“Pemerintah bisa mengambil peran mulai dari memanggil Dubes India untuk Indonesia, membawa permasalahan ini ke PBB. Sedangkan rakyat Indonesia bisa melakukan gerakan boikot film India. Salah satu industri yang menopang ekonomi India,” kata Anggota DPR RI asal Dapil DI Yogyakarta ini.

red: shodiq ramadhan

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close