AKHLAK

Tobat Jalan Kebahagiaan

Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk bertobat dan perintah ini merupakan perintah wajib yang harus segera dilaksanakan sebelum ajal tiba. Karena tobat merupakan jalan kebahagiaan, jalan menuju surga, pembersih hati, penghapus dosa, dan menjadi sebab keridhaan Allah Ta’ala

Allah Ta’ala, berfirman:

…وَتُوبُوٓا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur 24: Ayat 31)

Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata :

وأفضل أنواع الإستغفار : أن يبدأ العبد بالثناء على ربه. , ثم يثنى بالإعتراف بذنبه, ثم يسأل الله المغفرة.

Sebaik-baik bentuk istighfar : Seorang hamba memulainya dengan sanjungan terhadap Rabb-nya, Kemudian dilanjutkan dengan pengakuan atas dosa-dosanya, Kemudian meminta kepada Allah maghfirah (ampunan).” (Asbab al-Maghfirah, halaman 5)

Rasulullah ﷺ sendiri bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ

Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, kalau kalian tidak berdosa niscaya Allah akan mendatangkan suatu kaum yang melakukan dosa lalu mereka memohon ampun kepada Allah kemudian Dia mengampuni mereka.” (HR. Muslim)

Maka berbahagialah bila kita selalu memohon ampunan kepada Allah Ta’ala atas dosa-dosa kita. Terlebih dengan hati yang menangis, dan menghiba rahmat-Nya. Dan juga merindukan hati yang menjerit seperti itu. Merindu sebagaimana rindu Abu Bakar ketika melihat para shahabat membaca al-Qur’an dan menangis tersedu-sedu. Kata Abu Bakar, “Dulu kami juga seperti itu.”

Sekelam apapun dosa kita, sebesar apapun kemaksiatan kita, dan setinggi apapun kesalahan kita, Allah akan senatiasa membuka pintu tobat bagi hamba-hamba-Nya.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ يٰعِبَادِىَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلٰىٓ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَّحْمَةِ اللَّهِ  ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا  ۚ إِنَّهُۥ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar 39: Ayat 53)

Panggilan yang indah dari Allah; duhai hamba-hamba-Ku. Duhai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, yang selalu mendzalimi dirinya sendiri dengan dosa-dosanya, jangalah kalian berputus asa dari rahmat-Ku. Rahmat-Ku mendahului murka-Ku duhai hamba-Ku.

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

Artikel Terkait

Back to top button