#Pilpres 2019OPINI

Total Penerimaan TKN Jokowi-Ma’ruf Rp606,8 Miliar, Sumbangan Perusahaan Rp254 Miliar

Jakarta (SI Online) – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyampaikan laporan keuangan untuk kegiatan pemilu presiden ke KPU di Jakarta, Kamis petang 2 Mei 2019. Laporan keuangan itu disampaikan Bendahara Umum TKN Wahyu Sakti Trenggono didampingi oleh Wakil Bendahara TKN Rerie Lestari Moerdijat dan Shelby Nugaraha Rahman.

Tim TKN tiba di Ruang Sumba Hotel Borobudur Jakarta, tempat KPU dan Bawaslu menerima laporan keuangan kegiatan kampanye dari 15 partai politik dan dua pasangan capres-cawapres, sekitar pukul 17.30 WIB, hanya sekitar 30 menit sebelum batas akhir penutupan penerimaan laporan.

KPU menjadwalkan TKN menyampaikan laporan keuangannya pada sekitar pukul 13.00 WIB. Kemudian, ditunda menjadi pukul 14.00 WIB, pukul 16.00 WIB, dan baru hadir pada pukul 17.30 WIB.

Soal keterlambatan TKN menyampaikan laporan keuangannya, Trenggono beralasan, karena menunggu tanda tangan pada berkas-berkas berita acara laporan keuangan.

Menurut dia, pada berkas berita acara laporan keuangan tersebut, harus ditandatangani, Ketua TKN, Bendahara TKN, serta capres dan cawapres 01. “Capres masih berada di luar kota, sehingga sampai kembali ke Jakarta,” katanya.

Mengenai total penerimaan uang untuk kegiatan kampanye Jokowi-Ma’ruf, Trenggono menyebut pihaknya menerima dana Rp606.784.634.772.

Dari angka itu, kata dia, pengeluaran senilai Rp601.355.468.300. “Saldo sebesar Rp 1.646.467.006, kemudian dalam bentuk barang Rp3.782.699.170,” kata dia.

Untuk pengeluaran, kata Trenggono, terbanyak digunakan untuk biaya operasional. Nilainya mencapai Rp597.923.538.119.

Selain itu, kata Trenggono, ada penerimaan dana dari kelompok kepada TKN. Yakni dari partai politik TKN menerima Rp79.735.699.000.

Di luar itu ada sumbangan dari 17 kelompok masyarakat sebesar Rp251 miliar. Lainnya adalah sumbangan perorangan dari 252 individu yang jumlahnya Rp21.868.477.794. “Kemudian perusahaan sejumlah Rp253,9 miliar, itu terdiri dari 40 perusahaan,” pungkasnya.

red: farah abdillah

Back to top button