Umat Islam dan Urgensi Mempelajari Bahasa Arab
Meskipun bahasa Inggris menjadi bahasa internasional utama saat ini, umat Islam tetap harus semangat belajar bahasa Arab. Terlebih bagi masyarakat Indonesia, banyak kosakata bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Arab, seperti kata kursi dari kursiyyun, ustaz dari ustaadzun, dan kabar dari khabar.
Setidaknya ada tiga alasan penting mengapa umat Islam perlu membangkitkan kembali semangat mempelajari bahasa Arab.
Bahasa Al-Qur’an
Pertama, bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an. Al-Qur’an yang diturunkan dalam bahasa Arab berfungsi sebagai panduan hidup umat Islam agar tidak tersesat di dunia. Walaupun terjemahan Al-Qur’an telah tersedia dalam berbagai bahasa, pemahaman bahasa Arab secara langsung akan memudahkan umat Islam dalam menghayati setiap maknanya.
Saat membaca surat dalam salat maupun tilawah, setiap pesannya akan lebih mudah diserap. Hati menjadi bergembira ketika memahami ayat tentang surga dan merasa takut saat membaca ancaman neraka.
Penguasaan bahasa Arab memudahkan pemahaman petunjuk Al-Qur’an untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mukjizatnya dapat dirasakan secara nyata.
Bahasa Peradaban Islam
Kedua, bahasa Arab adalah bahasa peradaban Islam. Sebelum peradaban Barat memimpin dunia, peradaban Islam telah menerangi dua pertiga dunia dengan bahasa Arab sebagai bahasa resminya. Berbagai aktivitas peradaban dan pengembangan ilmu pengetahuan pada masa itu menggunakan bahasa Arab.
Allah Swt. telah berjanji dalam QS. An-Nur ayat 55 bahwa kepemimpinan dunia akan kembali kepada umat Islam. Oleh karena itu, bahasa Arab merupakan bahasa masa depan yang akan kembali digunakan saat peradaban Islam bangkit.
Bahasa Penduduk Surga
Ketiga, bahasa Arab adalah bahasa penduduk surga. Dalam hadis riwayat At-Thabrani dan Al-Hakim, disebutkan bahwa bahasa yang digunakan oleh penduduk surga adalah bahasa Arab. Sebagai manusia yang merindukan surga sebagai kampung halaman, umat Islam tentu ingin membiasakan suasana tersebut melalui penggunaan bahasa Arab.
Semoga ikhtiar ini menjadi jalan turunnya rida Allah Swt. sehingga umat Islam layak menerima kunci pintu surga-Nya. Aamiin Allahumma aamiin.[]
Elis Irma Ratnasari, Aktivis Muslimah Perindu Surga.






