SURAT PEMBACA

Zalimnya Hindu Ekstrimis terhadap Muslim India

Video berdarah membanjiri linimasa twitter. Sebuah foto memperlihatkan seorang berbaju putih berbercak darah, tergeletak tak berdaya dikeroyok oleh orang-orang dengan pentungan di tangan.

Akun lain menayangkan sebuah video tiga orang sedang menaiki menara masjid. Satu orang memanjat sampai ke puncak kubah menara, kemudian mencopot pengeras suara yang biasa digunakan untuk adzan. Satu orang yang lain mencongkel simbol bulan sabit yang ada di pucuk kubah. Mereka dengan bangga mengibarkan bendera RSS – Rashtriya Swayamsevak Sangh, ormas nasionalis Hindu terbesar di India.

Padahal belum kering airmata kita melihat penderitaan umat muslim di Palestina dan penyiksaan terhadap umat muslim di Uygur, kali ini darah umat muslim mengalir di jalanan New Delhi, India. Kemarin (26/02/2020), terjadi kerusuhan yang melibatkan kelompok Hindu dan Muslim. Sampai tulisan ini dibuat, menurut laporan suara.com, setidaknya 34 orang tewas akibat kerusuhan ini. Kebanyakan dari kelompok Muslim yang menjadi korban brutalnya serangan kelompok mayoritas Hindu.

Seperti yang ditulis viva.co.id, salah satu penderitaan minoritas Muslim disana karena mendapatkan diskriminasi dikarenakan Presiden India Ram Nath Kovind mengesahkan RUU Amandemen Kewarganegaraan (CAB) menjadi undang-undang pada Jumat 13 Desember lalu.

Dalam UU itu ada pasal yang menerima pendatang dari negara konflik di sekitar India dan bisa menjadi warga negara kecuali pendatang Muslim. UU baru itu dianggap antimuslim.

Renungan bagi Umat Muslim

Nabi Muhammad Saw adalah rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh umat manusia. Ajaran Islam disebarkan secara damai melalui tauladan yang ada pada kepribadian Beliau. Adapun perperangan yang terjadi adalah bentuk jihad dalam mempertahankan hak demi membela diri, keluarga, dan umat muslim yang tengah terancam keselamatan dirinya. Islam itu bersaudara, dan Nabi Muhammad Saw juga menyayangi musuh-musuhnya, sebagai sesama makhluk ciptaan Allah SWT.

Mungkin akan jadi pertanyaan bagi kita semua, kenapa orang-orang non muslim sangat membenci umat Islam, dan menindasnya ketika jadi minoritas. Sementara kita umat muslim selalu berusaha untuk menghargai hak-hak umat agama yang lain, meskipun mereka minoritas di tengah kita.

Penindasan demi penindasan terhadap umat Islam dan penistaan terhadap ajaran Islam tengah marak terjadi di dunia saat ini, namun bukan berarti kita harus punya perilaku yang sama dengan mereka.

Jika kita renungkan, sebenarnya kejadian-kejadian tersebut adalah pintu surga yang nyata bagi kita di dunia ini, yang tengah dibuka oleh Allah SWT, untuk dimasuki oleh umat Islam pada akhir zaman ini, melalui jihad fisabilillah, dengan membela agama-Nya dan menegakkan syariat-Nya.

Salah satu bentuk jihad yang dapat kita lakukan adalah dengan memberikan sebagian harta kita untuk perjuangan saudara-saudara kita melalui badan-badan terpercaya yang amanah menyalurkan bantuan kita tersebut untuk digunakan bagi keperluan saudara-saudara muslim kita yang tengah mendapat ujian.

Bagaimanapun, umat Islam akan terus ditindas oleh orang-orang non muslim ketika mereka telah berkuasa. Apa karena mereka takut kejayaan Islam bangkit dan zaman pun akan segera berakhir? Tapi umat Islam punya kewajiban untuk selalu menegakkan syariat Islam, hingga pada hari terakhir bumi ini.

Penerapan Islam secara kaffah akan menyelamatkan kaum muslim dari cengkraman dan penindasan Hindu ekstrimis. Momen ini adalah momen yang sangat istimewa bagi kaum muslim di India untuk menyerukan kebangkitan Islam. Karena gaung itu kini mulai terdengar dari generasi mudanya di kampus-kampus.

Para mahasiswa Universitas Jamia Milia Islam bahkan menulis pesan yang menggugah di dinding kampus mereka, “Jamia se rishtea kya? (apakah ikatan kampus Jamia), la ilaha illallah”!. Juga pesan yang sama di peserta aksi protes, ‘’Tera mera rishta kya hain?” (kamu dan aku didikat oleh apa?) La ilaha illallah”. Pesan untuk mengingatkan umat Islam di India termasuk ulama-ulama yang menjilat penguasa Hindu bahwa mereka harusnya satu perjuangan.

Serta pesan tersebut juga menyampaikan kepada umat Islam lainnya bahwa ikatan “la ilaha ilalllah” adalah ikatan yang seharusnya menyatukan ummat Islam seluruh dunia dan bersatu melawan kezaliman juga kebengisan penguasa-penguasa zalim dan kafir.

Harapan akan lahirnya kembali Sultan Muhammad Qassim sebagai penakluk India sangat dirindukan. Wahai umat Islam di tanah Hind, semoga Allah memberikan kekuatan dan mengarahkan perjuangan kalian menuju satu kebangkitan hakiki bagi umat Islam di dunia.

Deni Kurniawan
Mahasiswa Mathla’ul Anwar

Artikel Terkait

Back to top button