KULINER

Ahli Gizi Sarankan Teh Hitam sebagai Pembangkit Semangat Sore

Jakarta (Suaraislam.id) – Ahli gizi lebih merekomendasikan teh hitam ketimbang kopi, minuman berenergi, atau soda berkafein untuk meningkatkan kembali semangat kerja pada sore hari. Minuman ini menjadi alternatif sehat bagi pekerja yang mulai merasa lelah.

Ahli diet Paloma Vega dalam publikasi Eating Well menjelaskan bahwa teh hitam mengandung kafein alami yang efektif meningkatkan kewaspadaan. Kandungan tersebut membantu mengurangi rasa lelah tanpa memicu efek samping berlebih.

Ahli diet Juliana Crimi menambahkan bahwa kadar kafein teh hitam lebih rendah daripada kopi. Keunggulan ini membuat teh hitam aman dikonsumsi pada sore hari bagi individu yang sensitif terhadap kafein.

Secangkir teh hitam mengandung sekitar 47 miligram kafein, sedangkan kopi seduh mencapai 95 miligram. Mengingat kafein bertahan 6–8 jam di dalam tubuh, konsumsi minuman rendah kafein pada sore hari penting dilakukan untuk mencegah insomnia pada malam hari.

Peran Asam Amino dan Asupan Bergizi

Ahli gizi Talia Follador mengungkapkan bahwa teh hitam kaya akan asam amino L-theanine. Senyawa ini bekerja sinergis dengan kafein untuk meningkatkan fokus dan daya perhatian.

Mengonsumsi teh hitam tanpa gula yang dipadukan dengan camilan bergizi seimbang, seperti biskuit gandum dan selai kacang, dapat memberikan pasokan energi hingga waktu makan malam. Asupan kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak sehat ini membantu menjaga stamina tubuh.

Selain mengatur asupan minuman, Follador mengingatkan pentingnya memenuhi waktu tidur malam setidaknya 7 jam. Istirahat yang cukup menjadi kunci utama agar kondisi fisik tetap bugar hingga sore hari.

Menjaga Pasokan Energi Tetap Stabil

Upaya lain untuk menambah energi adalah mengonsumsi makanan kaya serat dan protein. Vega menyarankan paduan buah apel dengan selai kacang atau yogurt Yunani dengan buah beri sebagai opsi camilan sore.

Aktivitas fisik ringan seperti olahraga atau jalan santai di sekitar area kerja juga efektif mengusir kantuk. Langkah sederhana ini dapat mengembalikan kewaspadaan saat tubuh mulai terasa lelah di meja kerja.

Follador menegaskan pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap 3–5 jam sekali. Membiarkan tubuh lapar terlalu lama dapat menurunkan fokus, memicu rasa lelah, dan mengganggu konsentrasi.[]

Sumber: Antara

Back to top button