INTERNASIONAL

Pemain Israel Diduga Ludahi Pelatih Irlandia, UEFA Turun Tangan

Jakarta (Suaraislam.id)-Badan pengatur sepak bola Eropa, UEFA, menyatakan akan membuka penyelidikan disiplin atas insiden yang melibatkan seorang pemain Israel. Pemain tersebut dituduh meludahi anggota staf pelatih Irlandia dalam laga leg kedua Nations League yang sarat muatan politik pada Ahad lalu.

Penyelidikan tersebut akan meneliti “potensi pelanggaran yang dilakukan oleh pemain” selama pertandingan yang berlangsung di Serbia, demikian pernyataan UEFA melalui surel kepada Al Jazeera pada Selasa (6/10/2026).

Baca juga: Boikot dan Ketegangan di Lapangan, Begini Pengakuan Pelatih Irlandia Usai Hadapi Tim Israel

“Setelah meninjau laporan resmi yang memuat tuduhan insiden di dalam atau di sekitar lorong Stadion pada babak pertama, Inspektur Etika dan Disiplin UEFA telah ditunjuk untuk melakukan penyelidikan disiplin yang tepat mengenai potensi pelanggaran dari pemain,” bunyi pernyataan lengkap tersebut.

Ketegangan meningkat serta adu mulut terjadi di dalam dan di luar lapangan di TSC Arena, Backa Topola, pada Ahad.

Usai pertandingan, media Irlandia melaporkan bahwa pelatih fisik Irlandia, Damien Doyle, menuduh seorang pemain Israel meludahi dirinya setelah peluit babak pertama dibunyikan.

Saat ditanya mengenai insiden meludah tersebut pada konferensi pers usai pertandingan, pelatih kepala Irlandia, Heimir Hallgrimsson, enggan memberikan perincian.

“Saya berada di sana. Saya tidak akan berkomentar. Ini adalah sesuatu yang akan diperiksa oleh komite disiplin,” katanya.

Hallgrimsson mengakui adanya sejumlah insiden yang dapat memicu eskalasi selama pertandingan berlangsung.

“Kami cukup bijak untuk menghentikannya sebelum melangkah terlalu jauh,” ujarnya kepada lembaga penyiaran publik Irlandia, RTE, setelah pertandingan.

“Saya merasa ada niat [dari Israel] untuk mengintimidasi kami dan memprovokasi kami melakukan hal bodoh. Saya memberikan apresiasi besar kepada para pemain atas cara mereka mengendalikan emosi,” tambah Hallgrimsson.

Pelatih Israel, Ran Ben-Shimon, mengaku telah meninggalkan pinggir lapangan saat insiden terjadi sehingga tidak melihat kejadian tersebut.

“Saat jeda babak pertama, saya berada di ruang ganti bersama staf saya; saya tidak melihat apa pun. Ketika saya sudah melihat dan memeriksanya, saya akan kembali kepada Anda dengan jawabannya,” kata Ben-Shimon kepada para wartawan.[]

Sumber: Al Jazeera

Back to top button