RESONANSI

Aidilfitri Madani di Malaysia tanpa Masalah Sembako dan Macet

Saya amati perkembangan tanah air melalui media online saat ini, seolah sama saja dengan keadaan tanah air 21 tahun lalu saya tinggal disana.

Kemacetan jalan, infrastruktur yang buruk dan tidak layak, kriminalitas, kecelakaan, kenaikan harga sembako, tiket bus dan angkutan umum yang naik dan 1001 masalah klasik dan berulang mungkin sampai kiamat akan begitu di tanah air.

Berbeda dengan di negara tetangga dimana lebih 50 persen rakyatnya adalah keturunan orang kita dari Sumatra, Jawa, Kalimantan sebagainya.

Tahun ini pemerintahan perubahan Madani Anwar Ibrahim meneruskan ciri khas rahmahnya pada semua.

Anwar memberikan jalan toll gratis selama dua hari, berbagai bonus dan bantuan keuangan kepada rakyat menjelang hari raya dan banyak lagi.

Satu yang menyinar di era Perubahan pemerintahan Madani ini adalah tiada lagi terdengar masalah sembako minyak goreng, tepung, bawang, daging, ayam mahal, hilang dan disorok seperti pada pemerintahan sebelum perubahan.

Perlu dicatat bahwa selama ini harga gas subsidi, BBM, Listrik, air sembako di Indonesia lebih mahal dari di Malaysia.

Kecelakaan maut yang banyak, kemacetan yang melampau seperti orang terpaksa makan, solat, ke toilet di pinggir jalan tidak terdengar lagi. Tidak ada lagi keluhan minyak habis, tidak boleh masuk R&R, berpusu-pusu di stesen bus kereta api airport, kenaikan harga, kena tipu agen tiket dan 1001 masalah klasik dan berulang di Malaysia sebahagian besarnya dapat di atasi pemerintahan Madani Rahmah Anwar Ibrahim.

Ini tentu saja berbeda dengan Indonesia yang masih saja betah dengan masalah klasik seperti sembako yang mahal, hilang dan di sembunyikan oleh para mafia menjelang hari raya dengan tujuan agar mendapat untung yang banyak pada hari raya.

Masalah kemacetan jalan raya seperti tiada solusinya dan rakyat tenang menikmatinya karena mengamalkan budaya nrimo membenarkan yang biasa berlaku selama ini.

Namun demikian, orang Indonesia jangan bersedih dengan budaya nrimo apa adanya ini karena di beberapa tempat di Malaysia juga berlaku demikian.

Menerima nrimo apa adanya seperti kemacetan, air bersih yang kotor, birokrasi yang lambat sebagainya dan tetap memilih partai lama atas dasar mereka adalah orang kita walaupun tidak buat kerja menyelesaikan masalah klasik yang berpuluh tahun lamanya di negeri mereka.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button