RESONANSI

Aidilfitri Madani di Malaysia tanpa Masalah Sembako dan Macet

Alah bisa karena biasa, membenarkan yang biasa tidak suka membiasakan yang benar sehingga tidak mau berubah. Seperti kerbau yang dimandikan tuannya akhirnya dia akan kembali ke kubangan lumpur yang kotor bercampur kencing, kotoran sendiri dan berpacat juga.

Sebagai iktibar, Saidina Ali mengatakan jika hari ini lebih baik dari hari kemaren, maka itulah orang yang sukses. Jika hari ini sama saja dengan hari kemaren maka, itulah orang yang gagal. Dan jika hari kemaren lebih baik dari hari ini maka itulah orang yang celaka.

Manusia memiliki Curiosoty yaitu rasa ingin tahu yang dapat dikembangkan. Inilah yang membedakan manusia dengan burung yang masih memiliki bentuk sarang yang sama walaupun berabad lamanya mereka hidup dari generasi ke generasi.

Manusia akan selalu berkembang dari zaman batu, zaman tembaga, zaman perunggu, zaman besi, zaman tekhnologi sebagainya.

Namun ada beberapa peradaban yang tidak mau berubah akibat menutup diri dari perubahan seperti bangsa yang mundur di Afrika sebagainya.

Seorang kawan mengatakan akan ada sesuatu yang berubah jika dalam setahun tidak ke Malaysia. Namun tidak ada yang berubah setelah puluhan tahun meninggalkan kampung halaman di Indonesia.

Melihat hasil pemilihan presiden yang baru saja berlaku saya berkesimpulan bahawa bukan Indonesia yang tidak akan berubah tapi memang sesungguhnya orang Indonesia itu sendiri yang masih ramai tidak mau berubah. Padahal Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri yang merubahnya.[]

Afriadi Sanusi, PhD., Aktivis anti korupsi dan good governance.

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button