#Bebaskan PalestinaINTERNASIONAL

Aksi Bela Palestina di London, Berlin dan Dublin Tuntut Penghentian Genosida di Gaza

Berlin (Suaraislam.id) – Sejumlah ibu kota Eropa pada Sabtu menggelar pawai besar yang diikuti ribuan demonstran pendukung Palestina. Mereka menuntut penghentian perang pemusnahan Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza dan mengecam dukungan militer negara-negara Barat kepada pasukan pendudukan.

Pawai besar berlangsung di pusat ibu kota Inggris, London, di dekat gedung parlemen. Para peserta mengangkat spanduk yang menuntut penghentian genosida dan menegaskan kebebasan bagi Palestina.

Direktur Kampanye Solidaritas Palestina, Amy Shalan, menegaskan bahwa sanksi negara-negara Barat yang dipelopori Inggris sebagai respons terhadap kekerasan yang dilakukan para pemukim di Tepi Barat masih belum memadai. Ia menyerukan penerapan sanksi menyeluruh terhadap Israel.

Sementara itu, kepolisian Inggris melaporkan penangkapan sejumlah orang, termasuk seorang laki-laki dan seorang perempuan yang membawa spanduk dukungan terhadap organisasi Palestine Action, yang dilarang di Inggris.

Protes di Berlin dan Dublin

Di ibu kota Jerman, Berlin, sekitar 3.500 orang mengikuti pawai yang diselenggarakan kelompok United for Palestine. Pawai dimulai dari sebuah lapangan yang terletak di antara kantor Kanselir Jerman dan gedung parlemen negara tersebut.

Sejumlah peserta mengecam dukungan militer yang diberikan Jerman kepada Israel. Mereka menuntut penghentian dukungan terhadap pasukan pendudukan di tengah berlanjutnya agresi terhadap rakyat Palestina.

Sementara itu, di ibu kota Irlandia, Dublin, para demonstran menggelar pawai yang diselenggarakan Kampanye Solidaritas Irlandia untuk Palestina. Aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan masyarakat Eropa yang menuntut diakhirinya perang di Jalur Gaza.

1.481 Orang Tewas Sejak Gencatan Senjata

Aksi-aksi tersebut berlangsung bersamaan dengan berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza. Kementerian Kesehatan di wilayah tersebut mengumumkan bahwa sedikitnya 1.481 warga Palestina telah meninggal dunia sejak kesepakatan itu diumumkan pada 10 Oktober 2025.

Pasukan pendudukan Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata dan penghentian permusuhan selama 366 hari berturut-turut, meskipun kesepakatan tersebut telah dicapai melalui mediasi negara-negara Arab dan Amerika Serikat di Kota Sharm el-Sheikh, Mesir, pada 10 Oktober 2025.

sumber: infopalestina

Back to top button