IBADAH

Ampunan Allah di Setiap Salat

Tidak ada satupun manusia yang tak berdosa, untuk itu dibutuhkan ampunan dari Allah Ta’ala. Karena itu ampunan Allah Ta’ala, adalah sesuatu yang amat sangat diharapkan. Tak seorangpun melainkan mengharapkannya. Entah dia seorang ahli ilmu, ahli ibadah, apalagi ahli maksiat.

Diantara bentuk ampunan dari Allah Ta’ala adalah ketika seorang hamba melakukan sholat, sebagaimana hadits

قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ وَهُوَ فِي هَذَا الْمَجْلِسِ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ مَنْ تَوَضَّأَ مِثْلَ هَذَا الْوُضُوءِ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ جَلَسَ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Saya pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu di tempat ini, beliau membaguskan wudhu’nya lalu beliau bersabda: ‘Barangsiapa berwudhu seperti ini kemudian mendatangi masjid dan shalat dua raka’at, lalu duduk, maka akan terampuni dosa-dosanya yang telah lalu.’” (HR. Bukhari: 5953)

Allah Ta’ala, berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَىِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ  ۚ إِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ  ۚ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِينَ

Dan laksanakanlah sholat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).” (QS. Hud 11: Ayat 114)

Maksud “perbuatan-perbuatan yang baik” dalam surat Huud ayat 114 di atas adalah sholat lima waktu. Karena ayat ini dalam konteks membicarakan masalah sholat. Tafsiran ini adalah tafsiran dari Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, Mujahid dan mayoritas ulama.

Sedangkan yang dimaksud dengan perbuatan-perbuatan yang buruk dalam ayat tersebut adalah dosa-dosa kecil dan bukan semua dosa. Tafsiran ini berdasarkan pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara sholat yang lima waktu, antara jum’at yang satu dan jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim no. 233)

Bahkan selain ampunan dosa dosa kecil, Allah Ta’ala juga akan memberi pahala berkaIi-kali lipat bagi mereka yang sholat berjamaah, alih-alih shalat sendirian. Artinya, amalan itulah yang lebih disukai-Nya. Tatkala azan berkumandang, apakah hati dan pikiran seorang Muslim otomatis terpaut mengingat Allah Ta’ala? Bila jawabannya “iya”, maka dia akan bergegas menuju masjid, bukan hanya sholat sendirian. Sebab, berjamaah merupakan hal yang lebih disenangi Sang Pencipta.

Orang yang selalu mengingat Allah Ta’ala juga berhati-hati supaya terhindar dari perbuatan maksiat. Kalaupun melakukan hal itu, dia segera terpanggil untuk bertobat dan memohon ampunan kepada-Nya.

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

Artikel Terkait

Back to top button