NUIM HIDAYAT

Apa Itu Kebenaran?

“Maka mereka mengalahkannya dengan izin Allah dan Dawud membunuh Jalut. Kemudian Allah memberinya (Dawud) kerajaan dan hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia atas seluruh alam. Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan kepadamu dengan benar dan engkau (Muhammad saw) adalah benar-benar seorang Rasul.” (QS al Baqarah 252).

***

“…Para pendukung kebatilan selalu mengklaim mengklaim diri mereka berada di pihak yang benar, sebagian karena kebodohan dan kelalaiannya, dan sebagian lain karena kesombongan dan kesesatannya. Allah berfirman,”Dan bila dikatakan kepada mereka : Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Mereka menjawab : Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS al Baqarah 11). Tapi saya ingin memberikan pelita kepadamu agar engkau bisa memahami makna kebenaran itu,” terang ulama besar asal Mesir ini.

Kebenaran, anakku –kata Syekh Yusuf- sebagaimana yang ditunjukkan oleh fitrah manusia yang sehat, adalah sesuatu yang memiliki sifat tetap dan akan terus bertahan, itulah yang disebut kebenaran. Sedangkan yang bersifat musnah dan fana, itulah kebatilan. Kalau kita amati segala wujud dan perwujudan yang ada ini, niscaya kita tidak pernah menemukan sesuatu yang bersifat tetap dan abadi berdasar dzatiah dirinya selain Allah SWT. Segala sesuatu yang selain Dia dan berbeda denganNya, dan segala dzatiah tidak memiliki wujud dan tidak pula bersifat abadi.

Kebenaran yang asli yang telah dibuktikan oleh fitrah dan akal manusia yang sehat dan yang telah disaksikan pula oleh setiap lembar –dan bahkan setiap huruf dari lembaran kitab perwujudan ini adalah bahwa : Hanya Allah itulah kebenaran, sedang yang lainnya adalah kebatilan. Pengertian inilah yang dinyatakan oleh Kitabullah, tidak hanya satu ayat dan satu surah saja.

“Maka (Dzat yang demikian) itulah Allah. Tuhanmu yang haq. Maka tidak ada sesudah yang haq itu kecuali dhalal (kesesatan). Maka bagaimana kamu dipalingkan (dari yang haq itu)?” (QS Yunus 32

“Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dia lah yang menghidupkan segala yang mati, dan bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS al Hajj 6)

“Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dia lah Yang Haq, dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil. Dan sesungguhnya Allah, Dial ah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS al Hajj 62)

Bertolak dari sini, Rasulullah saw bersabda,”Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Labid, si penyair: Ketahuilah bahwasanya apa yang selain Allah adalah batil.”

Barang siapa yang saat ini tidak mengetahui kebenaran ini, niscaya esok atau lusa, dia akan mengetahuinya juga. Yakni di saat semua tabir yang menutupi matanya disingkapkan, sehingga ia bisa melihat segala kebenaran dalam bentuknya yang terbuka, tanpa hiasan-hiasan yang menyesatkan, yaitu:

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button