AKHLAK

Bertobatlah Setiap Hari

Tidak pantas seorang muslim jika memasuki pagi dan petang tanpa bertobat, karena dia tidak mengerti kapan kematian datang dan mengejutkannya, bisa pagi ataupun petang.

Banyak kisah dan contoh kejadian yang bisa diambil hikmahnya, bahwa kematian tidak mesti harus dilalui dengan sakit atau usia tua, sehat muda pun tak terhalang jika kematian menjemput.

Setiap muslim pernah berbuat salah, baik dia sebagai orang awam maupun seorang ustaz, da’i, pendidik, kyai, atau pun ulama. Karena itu, setiap orang tidak boleh lepas dari istighfar (minta ampun kepada Allah) dan selalu bertaubat kepadaNya, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

عَنِ اْلأَغَرِّ بْنِ يَسَارٍ الْمُزَنِي قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَآايُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ فَإِنِّي أَتُوْبُ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ.

Dari Agharr bin Yasar Al Muzani, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,”Hai sekalian manusia! Taubatlah kalian kepada Allah dan mintalah ampun kepadaNya, karena sesungguhnya aku bertobat kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali” (HR.Bukhari)

Dalam kesempatan lain Abu Hurairah menyatakan bahwa ia tidak pernah melihat seorang pun yang paling banyak beristighfar melainkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Padahal, semua orang tahu bahwa beliau sudah dijamin masuk surga dan diampuni dosa-dosa yang telah lampau maupun dosa yang akan datang. Sehingga Aisyah, istri Beliau memberanikan diri untuk bertanya kepadanya “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal ini, padahal engkau telah diampuni dosa yang telah lalu dan akan datang”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidakkah engkau menyukai aku menjadi hamba yang bersyukur”. Sungguh mulia tiada tara akhlak Rasul. Ini menunjukkan bahwa kemuliaan tersebut hanya dimiliki oleh makhluk terbaik dan terpilih, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu bagaimana dengan kita???

Allah Ta’ala, berfirman:

وَإِنِّى لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صٰلِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى

Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman, dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.” (QS. Ta-Ha 20: Ayat 82)

Dan diantara tugas utama manusia memang seharusnya disuruh bertaubat,


…وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung”. (QS. An-Nur 24 : Ayat 31).

Juga Firman-Nya :

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Sungguh, Allah menyukai orang tobat dan menyukai orang yang mensucikan diri”. (QS. Al-Baqarah 2 : Ayat 222)

Dua ayat di atas menjelaskan bahwa Allah Ta’ala menekankan begitu pentingnya taubat bagi manusia. Bagaimana manusia ingin dicintai Allah sementara sifat yang dicintai-Nya tidak dijalankan. Bagaimana manusia ingin beruntung dunia dan akhirat jika perintah taubat-Nya juga tidak dilakukan.

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

Artikel Terkait

Back to top button