SURAT PEMBACA

Bintang Dunia Akhirat

Kullu nafsin zaa`iqatul-maụt. (Setiap yang bernyawa akan merasakan mati). (QS. Ali Imran:185)

Kabar duka datang dari Ulama besar Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber, panutan umat akan akhlaknya yang mulia, seorang guru sekaligus dai yang senantiasa mengajarkan kalimat Allah, seorang suami yang dicintai anak istrinya, seorang pemimpin yang dibanggakan keluarganya, doa dan pujian senantiasa mengalir untuk beliau.

Syekh Ali Jaber meninggal dunia di usia 44 tahun di RS Yarsi, Jakarta, Kamis, 14 Januari. Pendakwah yang dikenal murah senyum ini wafat meninggalkan tiga orang anak dan istri yang tengah mengandung.

Bukan hanya sahabat dan keluarganya saja yang merasa kehilangan, bahkan artis-artis pun turut kehilangan karena kecintaan mereka kepada beliau.

Sungguh umat sangat kehilangan sosok beliau, bagai sebuah musibah besar yang melanda umat yang mencintai-Nya, Rasulullah Saw bersabda: “Kematian ulama adalah musibah yang tak tergantikan, sebuah kebocoran yang tidak bisa ditambal. Wafatnya ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah bagiku daripada meninggalnya satu orang ulama.” (HR Al-Baihaqi)

Beliau juga dikenal sebagai sosok pemaaf, sebagaimana ia memaafkan orang-orang yang berkonspirasi atas insiden percobaan pembunuhan terhadap beliau, di mana saat itu beliau sedang berada di atas panggung pengajian.

Sungguh kita sangat kehilangan sosok beliau, sosok yang tak akan pernah terlupakan sepanjang masa. Kehilangan beliau sungguh menguras air mata dan menyayat hati umat seluruh dunia terutama di Nusantara.

Ia yang membumikan kalimat Allah, berdiri bersama umat dalam amar makruf nahi mungkar, dan rela meninggalkan Madinah tempat ia dibesarkan demi tugasnya sebagai seorang pendakwah semata-mata karena Allah.

Wahai kekasih Allah, engkau telah menjadi bintang dunia dan akhirat, kini engkau telah meninggalkan kami untuk selama-lamanya, ilmu yang telah engkau berikan akan selalu menancap dalam jiwa kami, semoga para malaikat akan selalu mencatat pahala kebaikan untukmu. Kami mencintaimu karena Allah.

“Wahai Allah ampunilah guru-guru kami dan orang yang telah mengajar kami. Sayangilah mereka, muliakanlah mereka dengan keridhaan-Mu yang agung, di tempat yang disenangi di sisi-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang.” (Imam al-Haris al-Muhasibi, Risâlah al-Mustarsyidin, Darul-Salam, halaman 141)

Semoga kita bersua di surga-Nya. Aamiin. Wallahu ‘alam.

Yusriani Rini Lapeo, S.Pd
(Anggota Muslimah Media Konawe)

Artikel Terkait

Back to top button