Calon Jamaah Haji Wajib Waspadai Pneumonia Pneumokokus
Dokter Keluarga dari Prodia, dr. Kristin Tjandra, menggarisbawahi pentingnya check-up atau pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebagai wadah diskusi awal.
“Pemeriksaan kesehatan rutin adalah kesempatan untuk melihat kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh, termasuk penyakit yang sudah ada, obat-obatan yang dikonsumsi, dan pemeriksaan lainnya yang mungkin diperlukan oleh dokter Anda. Ini juga saat yang tepat untuk menyampaikan perubahan yang dirasakan, meskipun tampaknya tidak berhubungan dengan pernapasan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan Anda saat ini, Anda membantu dokter memberi saran yang tepat, bukan berdasarkan kondisi tubuh pada hari tertentu saja.”
“Bagi keluarga yang sedang mempersiapkan ibadah haji atau umrah, ini menjadi momen yang tepat untuk membicarakan kebutuhan kesehatan jauh sebelum keberangkatan” ujar dokter Kristin.

Keluarga calon jamaah dapat mempersiapkan konsultasi dengan membawa daftar obat-obatan yang sedang dikonsumsi serta catatan imunisasi. Apabila calon jamaah membutuhkan pendampingan, anggota keluarga wajib hadir untuk mencatat dan mengawal langkah penanganan selanjutnya.
Menjaga kesehatan paru-paru tidak cukup hanya dengan satu tindakan saja. Langkah komprehensif meliputi pengendalian penyakit diabetes dan hipertensi, tidak merokok, rajin mencuci tangan, menggunakan masker di area ramai, serta melakukan vaksinasi atau imunisasi dewasa sesuai anjuran dokter.
Informasi tentang Pneumonia
Pemahaman mendalam mengenai pneumonia sangat berkaitan erat dengan peran para caregiver atau pendamping keluarga. Di Indonesia, lebih dari separuh orang dewasa (55%) secara rutin merawat orang tua atau anggota keluarga yang lansia.
Pendamping keluarga memiliki peran strategis dalam mengantar berobat, mengatur dosis obat, hingga mengambil keputusan medis. Percakapan mengenai pencegahan pneumonia dapat dimulai dari ruang lingkup keluarga terdekat.
Figur publik, Fenita Arie, yang hadir membagikan perspektifnya sebagai pasien dan pendamping keluarga, menyampaikan pandangannya mengenai kepedulian terhadap kesehatan orang tua. Bagi seorang anak, menjaga kesehatan orang tua adalah bentuk bakti dan kasih sayang.
“Ketika kita merawat seseorang, ada begitu banyak hal yang harus dipikirkan, mulai dari jadwal kontrol, makanan sampai obat-obatan. Mempelajari soal pneumonia adalah satu cara lagi untuk menjaga orang-orang yang kita sayangi. Bagi saya, “Jaga Momen Berarti” adalah tentang hadir dalam berbagai momen sederhana yang ingin terus kita bagi: makan bersama, menghabiskan waktu dengan anak-anak, dan melihat orang tua kita menikmati hari-harinya.”
“Ini juga tentang momen-momen besar. Banyak keluarga menabung bertahun-tahun untuk memberangkatkan orang tua mereka umrah atau haji. Memastikan mereka dalam kondisi sehat agar dapat menikmati perjalanan itu merupakan bagian dari hadiah yang ingin kita berikan” ujar Fenita Arie, berbagi perspektif pasien dan pendamping keluarga.
Prinsip menjaga kesehatan ini juga sangat sejalan dengan ajaran agama Islam. Sebanyak 79% responden setuju bahwa menjaga kesehatan dengan mengikuti saran medis merupakan bagian integral dari ikhtiar yang berdampingan dengan sikap tawakal.[]
