#Kenormalan BaruSURAT PEMBACA

Corona Seperti Istri yang Susah Ditaklukkan, Serius Pak?

Pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD pada acara halal bi halal Universitas Sebelas Maret Solo, menuai kritikan. Diminta sebagai penceramah via zoom meeting di acara tersebut, Mahfud menyitir pernyataan dari meme yang dikirim oleh Luhut: “Corona is like your wife, is easily you try to control it then you realize that you can’t, than you learn to live with it.”

Meme itu merupakan analogi tentang “the new normal life” yang dijelaskan Mahfud dalam ceramahnya. Tentang tatanan hidup baru atau berdamai dengan corona. Mahfud menganalogikan seperti pasangan yang baru saja memulai hidup sebagai suami istri. Meskipun awalnya tidak saling kenal, lama kelamaan harus membiasakan diri hidup bersama.

Analogi ini membahayakan, setidaknya ada tiga hal implikasi dari pernyataan itu.

Pertama, corona itu virus, bukan manusia. Yang namanya virus maka dia tak memiliki perasaan. Dia bisa menginfeksi siapa saja, kapan saja, dan dimana saja, tidak pandang status sosial, agama, ras, suku, bangsa, dan golongan apapun.

Corona juga tak paham apakah kita mau sehat atau sakit, lagi senang atau susah, bahagia atau sedih. Kalau sudah terinfeksi corona, ambyar hidup kita. Karena sifat corona adalah menginfeksi manusia.

Kedua, menghilangkan kewaspadaan masyarakat terhadap corona. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, belum 100% warga yang mematuhinya saat ini. Seperti ada pameo: peraturan dibuat untuk dilanggar.

Apalagi jika ada statement corona seperti istri, kan tinggal berdampingan, saling memahami. Aku males pakai masker, malas jaga jarak, malas cuci tangan, corona maklum aja kok. Bakalan seperti itu di benak masyarakat.

Masyarakat kita memang susah diajak disiplin, sepertinya membudaya, mungkin efek penjajahan selama 3,5 abad lebih. Selain itu juga karena tak ada keteladanan dari para pemimpin negeri.

Ketiga, mengurangi perhatian penguasa negeri terhadap sistem kesehatan. Jika tak mau dikatakan lepas tanggung jawab. Corona seperti istri, dan istri adalah tanggung jawab suami. Maka mengatasi corona, tanggung jawab rakyat. Berat sekali hidup rakyat Sudahlah terimbas ekonomi, ditambah berdamai dengan corona.

Kemandirian industri kesehatan tak menjadi perhatian pokok, toh corona sudah berdampingan dengan rakyat. Tak ada lagi upaya membuat alkes, obat-obatan dan vaksin untuk si corona. Yang penting, ikuti protokol kesehatan. Impor alkes lebih menguntungkan daripada membangun industri.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button