#Bebaskan PalestinaNASIONAL

Datangi Kedubes AS, Ratusan Massa Tolak ‘Deal of The Century’

Jakarta (SI Online) – Ratusan massa mendatangi gedung Kedubes Amerika Serikat di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat siang 14 Februari 2020.

Massa yang berasal dari sejumlah organisasi kemanusiaan, seperti KNRP, FPI, SMART 171, Adara Relief International, AQL, Kupro, KAMMI, dan ASPAC ini tegas menolak kesepatakan Amerika-Israel yang disebut ‘Deal of The Century’.

Perwakilan KNRP (Komisi Nasional Rakyat Palestina), Suhartono, dalam orasinya mengatakan, kesepakatan antara Trump dan Netanyahu hanyalah kelanjutan dari penjajahan Israel yang sudah dilakukan selama lebih dari 70 tahun.

Hal ini, kata Suhartono, tidak sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan, ‘Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.’

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) KH A Shobri Lubis yang juga hadir menyampaikan orasi mengatakan, “Al-Aqsa adalah kiblat pertama dan tanah suci Umat Islam. Tanah para nabi dan tanah yang diberkahi. Dengan jiwa dan darah, kita akan membela Al-Aqsa!.”

Massa tolak ‘Deal of The Century’ di depan Kedubes AS, Jakarta, Jumat (14/2/2020)

Perwakilan Adara Relief International, Sri Fira Tjandra menambahkan, “Masjid Al-Aqsa ada dalam Al-Qur’an, tempat Rasulullah Saw melakukan Isra’ Mi’raj, membelanya adalah bagian dari aqidah. Masihkah kita berdiam diri saat Palestina masih dijajah?”

Secara Hukum Internasional, perwakilan SMART 171, Maimon Herawati mengatakan, “Israel tidak sah mendirikan negara di tanah orang lain. Janji Inggris untuk memberikan tanah suatu negara kepada suatu kelompok manusia tidak bisa dibenarkan. Ini akan membahayakan kemerdekaan tiap negara. Maukah Indonesia diberikan satu negara pada satu kelompok manusia?”

Aksi ini belum mendapat tanggapan dari Kedubes Amerika Serikat. “America, stop stealing other people land!,” lanjut Maimon di akhir orasinya.

Red: farah abdillah

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close