NASIONAL

Diskusi Fadli dan Fahri: Presiden Adalah Pelayan, Jangan Dibikin Angkuh dan Seram

Jakarta (SI Online) – Pandemi dan demokrasi memang telah menjadi isu penting dalam dua tahun terakhir. Seperti kita ketahui, pandemi Covid-19 telah menyerang semua negara, baik negara demokrasi, otoriter, monarki, ataupun diktator.

Namun, kita sama-sama bisa melihat negara-negara demokratis relatif bisa mengatasi pandemi ini lebih baik dibandingkan negara lainnya.

Demikian disampaikan Anggota DPR Fadli Zon dalam diskusi dengan sahabatnya sesama mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dalam kanal Youtube Fadli Zon Official.

Dalam video berjudul “Presiden Adalah Pelayan, Jangan Dibikin Angkuh dan Seram” itu Fahri menjelaskan adanya kondisi negara yang tidak sesuai dengan karakter kepemimpinan.

“Jokowi merampas simbol kekuasaan dalam dirinya, tidak memakai bintang, pakai baju putih dan sepatu kets, sesuatu yang sebelumnya belum kita lihat,” kata Fahri.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia itu mengatakan, sosok Presiden Jokowi tersebut seharusnya diwujudkan para birokrat dengan membangun pemerintahan yang tidak angkuh.

“Kalau saya menuturkan kepada birokrasi, kekuasan itu tidak boleh angkuh dan tidak boleh seram-seram. Jangan kalian taruh instrumen yang menakutkan sebab presiden sendiri melucuti instumen itu, supaya kita menjadi biasa dalam demokrasi, bahwa presiden seorang itu pelayan. Interpretasi itu yang harus dibuat,” jelas Fahri.

“Tapi ini tidak, tetap ingin membuat presiden angker dengan banyak menangkap orang, dengan nakut-nakuti orang, udah gitu orang ditangkap cuma untuk diajak nego, nah ini ada kekeliruan,” tambahnya.

Menurut Fahri, demokrasi memerlukan pikiran yang besar dan kuat. “Dan rasanya ada absen pikiran, terutama dalam penterjemah presiden,” tandasnya. [ ]

Berikut video diskusi Fadli Zon dan Fahri Hamzah selengkapnya:

Artikel Terkait

Back to top button