SPORTS

‘Don’t Play with Genocide’, Publik dan Pemain Irlandia Tolak Tampil Lawan Israel

Debrecen (Suaraislam.id) — Konferensi pers dan sesi latihan tim nasional Irlandia menjelang laga pertama Nations League melawan Israel mengalami penundaan menyusul semakin menguatnya tekanan publik untuk memboikot pertandingan tersebut pada Sabtu (26/9/2026).

Para jurnalis di Debrecen, Hungaria—lokasi yang ditunjuk sebagai tempat laga “kandang” bagi Israel pada Ahad (27/9/2026)—diminta menunggu setelah konferensi pers mendadak diundur hingga usai sesi latihan. Pemberitahuan tersebut disampaikan hanya 15 menit sebelum acara dijadwalkan dimulai.

Baca juga: Gelandang Irlandia Jason Knight: Pertandingan Lawan Israel Harusnya Tidak Dilaksanakan

Sesi latihan timnas Irlandia juga mengalami penundaan signifikan. Lembaga penyiaran publik Irlandia, RTE, melaporkan bahwa para pemain masih berada di hotel lebih dari dua jam dari jadwal latihan yang seharusnya.

RTE melaporkan bahwa sejumlah pemain telah mengambil sikap tegas untuk tidak bersedia bertanding dalam laga tersebut.

“Jika mereka memegang teguh komitmen bersama bahwa seluruh tim harus sejalan, maka jika satu atau beberapa pemain menolak tampil, seluruh skuad kemungkinan besar akan ikut mundur,” ujar reporter Tony O’Donoghue kepada RTE Radio 1 pada Sabtu (26/9/2026).

Skuad Irlandia terus menerima gelombang desakan di dalam negeri—tempat solidaritas dan dukungan terhadap rakyat Palestina sangat kuat—agar memboikot dua pertandingan mendatang. Laga pertama dijadwalkan berlangsung pada Ahad (27/9/2026), sementara laga kedua yang merupakan laga “kandang” bagi Irlandia dipindahkan ke Backa Topola, Serbia, pada 4 Oktober mendatang.

Gelandang Irlandia, Jason Knight, menyatakan setelah kekalahan 0-1 dari Kosovo pada Kamis (24/9/2026) bahwa para pemain berada dalam situasi dilematis. Ia secara pribadi menilai pertandingan melawan Israel seharusnya tidak dilaksanakan.

Sebelumnya, pelatih Irlandia Heimir Hallgrimsson sempat menegaskan posisi timnya. “Kami tidak bermain bersama pelaku genosida, kami bermain melawan genosida. Kami bertanding menghadapi Israel, bukan bermain bersama mereka,” tegas Hallgrimsson. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari federasi sepak bola Israel.

Federasi Sepak Bola Irlandia (Football Association of Ireland/FAI) sebelumnya berupaya menolak tuntutan boikot dengan alasan ancaman sanksi berat dari UEFA. Irlandia sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah bersama Kejuaraan Eropa (Euro) 2028 mendampingi Inggris, Wales, dan Skotlandia.

Meski demikian, lebih dari 160 atlet dan tokoh olahraga Irlandia telah menandatangani surat terbuka yang mendesak FAI meninjau ulang keputusan melanjutkan pertandingan tersebut.

Aksi unjuk rasa juga berlangsung di luar hotel tempat tim menginap di Dublin pada pekan lalu. Serikat buruh SIPTU membentangkan spanduk raksasa di pusat kota Dublin dekat Sungai Liffey yang menyerukan: “Go with your conscience!” (Ikuti kata hatimu!) dan “Don’t play with genocide” (Jangan bermain bersama pelaku genosida) di samping gambar bola yang dilumuri noda darah.

Mantan pelatih Irlandia, Brian Kerr, mengecam FAI dan menilai federasi telah kehilangan rasa hormat dari masyarakat Irlandia karena memaksakan pertandingan tetap berjalan.

“Masyarakat Irlandia dan publik pecinta sepak bola tidak menginginkan pertandingan ini dimainkan,” kata Kerr pada Sabtu (26/9/2026). “Pada bulan November lalu, FAI sebenarnya telah meminta UEFA agar menangguhkan Israel dari turnamen atas dasar prinsip kemanusiaan. Namun kini, mereka justru mengkhianati prinsip itu sendiri.”[]

Sumber: Anadolu Agency

Back to top button