SPORTS

Gelandang Irlandia Jason Knight: Pertandingan Lawan Israel Harusnya Tidak Dilaksanakan

Jakarta (Suaraislam.id)–— Gelandang tim nasional Republik Irlandia, Jason Knight, menjadi pemain pertama yang secara terbuka menyatakan bahwa negaranya tidak seharusnya bertanding melawan Israel dalam laga UEFA Nations League mendatang.

Knight menyampaikan penolakan pribadinya terhadap pertandingan tersebut menyusul kekalahan 0-1 yang dialami Irlandia dari Kosovo di Pristina pada Kamis.

“Saya pikir pertandingan itu tidak seharusnya dilanjutkan, tetapi pertandingan itu tetap dilaksanakan,” ujarnya.

Baca juga: PM Irlandia: Masyarakat Internasional Gagal Bela Palestina

Gelandang Bristol City berusia 25 tahun itu mengatakan bahwa para pemain akan mengadakan diskusi lebih mendalam sebelum memutuskan bagaimana menyikapi pertandingan hari Minggu di Debrecen, Hungaria.

“Kami akan melakukan pembahasan yang lebih dalam mengenai hal ini dan apa artinya bagi kami. Kami akan menyatukan pemikiran sebagai sebuah tim dan melangkah dari sana,” tambahnya.

Kapten Irlandia, Dara O’Shea, sebelumnya mengatakan bahwa para pemain akan bertemu pada hari Jumat untuk mendiskusikan pandangan mereka dan mempertimbangkan apakah akan menggelar aksi protes bersama saat pertandingan berlangsung.

Langkah-langkah potensial yang dapat diambil meliputi penolakan jabat tangan sebelum pertandingan yang biasa dilakukan atau penolakan bertukar jersey seusai laga, meskipun skuad belum mengumumkan keputusan resmi.

O’Shea menyebutkan bahwa keputusan untuk tetap melakoni pertandingan tersebut diambil oleh Asosiasi Sepak Bola Irlandia (Football Association of Ireland/FAI), pemerintah Irlandia, dan UEFA, bukan oleh para pemain.

FAI terus menghadapi tekanan yang kian meningkat untuk memboikot dua pertandingan Nations League melawan Israel akibat genosida yang terus berlangsung di Gaza.

Lebih dari 160 atlet Irlandia telah menandatangani surat terbuka yang mendesak tim nasional untuk tidak bertanding, sementara kampanye Stop The Game telah mengorganisasi berbagai aksi demonstrasi menuntut penangguhan Israel dari sepak bola internasional.

Pelatih kepala Irlandia, Heimir Hallgrimsson, sebelumnya menyampaikan bahwa beberapa pemain merasa “sangat tidak nyaman” mengenai pertandingan tersebut dan menggambarkan timnya bertanding “melawan genosida,” yang memicu tanggapan keras dari Asosiasi Sepak Bola Israel.

FAI telah menyatakan penolakannya terhadap keikutsertaan Israel yang terus berlanjut dan telah melobi UEFA untuk menangguhkan negara tersebut, namun FAI memutuskan untuk tidak melakukan boikot sepihak karena mempertimbangkan konsekuensi olahraga dan finansial.

Majelis umum FAI memilih dengan hasil 75-38 untuk tetap melaksanakan pertandingan setelah para pejabat memperingatkan bahwa pengunduran diri dapat merugikan sepak bola Irlandia setidaknya senilai €5,5 juta ($6,5 juta) dan membuka risiko sanksi lebih lanjut dari UEFA.

1 2Laman berikutnya
Back to top button