AKIDAH

Dunia ini Singkat, Jangan Terlena

Terlenanya manusia karena menganggap dunia tak akan berakhir, mereka mengira lama dan kekal di dunia ini, sampai tidak terpikir bahwa dunia akan sirna berganti akhirat.

Sesungguhnya kita tinggal di dunia ini hanya sesaat saja, yakni dalam hitungan menit dan detik saja, dan hal ini baru kita sadari setelah berada di padang Mahsyar kelak.

Allah Ta’ala, berfirman:

قٰلَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِى الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ

Dia (Allah) berfirman, Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di Bumi?” (QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 112)

قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَسْئَلِ الْعَآدِّينَ

Mereka menjawab, Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung.” (QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 113)

قٰلَ إِنْ لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا  ۖ لَّوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dia (Allah) berfirman, Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui.” (QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 114)

Jadi sudah sepantasnya saja dunia ini tak layak disandingkan dengan akhirat, karena kita hanya numpang lewat di dunia, sekadar menjawab satu atau dua soal ujian saja, lalu pergi dan menyaksikan bagaimana hasil ujian kita.

Diayat yang lain Allah Ta’ala, berfirman:

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَنْ لَّمْ يَلْبَثُوٓا إِلَّا سَاعَةً مِّنَ النَّهَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيْنَهُمْ  ۚ قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَآءِ اللَّهِ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa) seakan-akan tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali sesaat saja pada siang hari, (pada waktu) mereka saling berkenalan. Sungguh rugi orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.” (QS. Yunus 10: Ayat 45)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membuat perbandingan antara dunia dan akhirat. Perbandingan antara keduanya bagaikan seseorang yang mencelupkan jarinya ke dalam lautan, maka dunia bagaikan setetes air yang melekat pada jari-jarinya itu. Al-Mustaurid bin Syaddad Radhiyallahu anhu berkata:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : وَاللَّهِ مَا الدُّنْيَا فِى الآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ – وَأَشَارَ يَحْيَى بِالسَّبَّابَةِ – فِى الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kamu yang mencelupkan jari tangannya ini –perawi bernama Yahya menunjuk jari telunjuk- ke lautan, lalu hendaklah dia perhatikan apa yang didapat pada jari tangannya”. (HR Muslim, no. 2858)

Untuk itu ketahuilah bahwa hidup didunia ini singkat, sudahkah kita menyadarinya? Jika sudah, apakah kita telah cukup mempersiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya? Yakni dengan melakukan amal ibadah dan amal sholih?

Jangan sampai kita salah strategi dalam mengisi hidup yang singkat ini, hanya untuk memuaskan nafsu mata, perut, syahwat, dengan rumah mewah, kendaraan bagus, pakaian dan sepatu branded, dan segala hal lain yang takkan kita bawa ke akhirat.

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

Artikel Terkait

Back to top button