#Bebaskan PalestinaINTERNASIONAL

Gempur Apartemen di Gaza, Misi Israel Bunuh Pemimpin Senior Hamas Diduga Gagal

Jerusalem (Suaraislam.id) — Penilaian internal pihak Israel mengindikasikan bahwa upaya untuk membunuh tokoh senior Hamas, Ali al-Amoudi, melalui serangan udara di Kota Gaza kemungkinan besar gagal, demikian dilaporkan Radio Tentara Israel pada Sabtu (3/10/2026) malam.

“Penilaian cenderung mengarah pada kegagalan upaya pembunuhan Ali al-Amoudi, seorang pemimpin menonjol di sayap politik Hamas di Gaza, tadi malam,” menurut laporan radio tersebut.

Stasiun televisi Israel, Channel 12, menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan pasti. Namun, pihak Israel berjuang keras untuk mendapatkan konfirmasi mengenai keberhasilan upaya pembunuhan tersebut meskipun beberapa jam telah berlalu.

Baca juga: Tanpa Peringatan, Jet Tempur Israel Bantai Satu Keluarga di Apartemen Kota Gaza

Sebelumnya pada Sabtu, lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa tentara Israel telah mencoba membunuh al-Amoudi dalam gempuran yang dilancarkan pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari.

Lembaga penyiaran itu menggambarkan al-Amoudi sebagai pemimpin de facto Hamas di Gaza dan kandidat utama untuk memimpin gerakan tersebut secara resmi di wilayah kantong itu dalam pemilihan internal rahasia yang diantisipasi.

Media tersebut menyebutkan bahwa laporan dari Gaza mengindikasikan lima orang tewas dalam serangan tersebut, namun nama al-Amoudi tidak tercantum dalam daftar korban meninggal. Nasibnya masih belum pasti.

Sumber-sumber dari pihak Hamas mengungkapkan kepada Anadolu bahwa al-Amoudi memimpin departemen media gerakan tersebut dan merupakan anggota biro politiknya sebelum perang dimulai pada 8 Oktober 2023.

Setelah gugurnya pimpinan Hamas Yahya Sinwar dan wakilnya Rawhi Mushtaha pada tahun 2024, al-Amoudi menjadi wakil bagi Khalil al-Hayya, yang saat itu memimpin gerakan di Gaza, kata sumber-sumber tersebut.

Setelah al-Hayya terpilih sebagai ketua biro politik Hamas pada Juli 2026, al-Amoudi mengemban tanggung jawab untuk menjalankan gerakan di Gaza sebagai penjabat pemimpin hingga terpilihnya penerus resmi.

Sementara itu, lima warga Palestina—termasuk empat wanita yang dua di antaranya merupakan warga Kristen—tewas dan enam lainnya luka-luka pada Sabtu dini hari akibat serangan udara Israel yang menghantam sebuah apartemen pemukiman di barat Kota Gaza, menurut sumber medis.

Sumber medis mengidentifikasi para korban tewas sebagai Maysa Abu Daoud (55), putrinya Maria Abu Daoud (36), Yasmin al-Boubou (48), Halloum al-Boubou (23), dan Bilal Ali Ouda (20).

Serangan mematikan ini terjadi di tengah pelanggaran yang terus berlanjut oleh Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan pelanggaran Israel telah menewaskan 1.439 warga Palestina dan melukai 5.052 lainnya hingga Kamis lalu.

Menurut data resmi Palestina, Israel telah membunuh lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 orang di Gaza sejak 8 Oktober 2023, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut. []

Sumber: Anadolu Agency

Back to top button