LAPSUS

Gerakan ‘Cockroach’ Mengguncang India, Para Pemuda Lawan Pencoretan Masif Pemilih

Ribuan orang berkumpul di Mumbai dengan pengamanan polisi ketat, di tengah kekhawatiran bahwa jutaan warga akan kehilangan hak pilih.

“Memilih adalah hak paling dasar setiap warga negara. Namun, karena tindakan Kumar dan Komisi Pemilihan Umum, hak itu sedang diserang,” kata Deesha, 22 tahun, seorang aktivis mahasiswa.

“Begitu banyak jutaan orang kehilangan hak pilih mereka dan bahkan tidak lagi diakui sebagai warga negara India. Serangan terhadap demokrasi kita ini harus dihentikan. Langkah penting pertama adalah membuat Gyanesh Kumar mengundurkan diri, kemudian SIR harus dibatalkan.”

Janvi Upadhyay, 18 tahun, mengatakan gerakan Cockroach telah membangkitkan kesadaran kaum muda India.

“Jika mereka berpikir bisa datang begitu saja, mengambil hak suara kami, dan mencurangi pemilu, kami akan menunjukkan kepada mereka betapa kelirunya mereka,” katanya.

“Kami sudah berhasil memaksa menteri pendidikan mengundurkan diri. Gyanesh Kumar seharusnya sangat khawatir sekarang karena dia pasti menjadi target berikutnya,” ujarnya.

Komisi Pemilu Bantah Melakukan Pelanggaran

Komisi Pemilihan Umum membantah melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan SIR. Namun, dalam langkah yang tampaknya ditujukan untuk meredakan ketegangan, para pejabat diperintahkan untuk mempercepat proses pendaftaran pemilih baru yang telah memenuhi syarat, serta mereka yang mengaku secara keliru tidak tercantum dalam daftar pemilih.

Kemarahan terhadap Kumar dan Komisi Pemilihan Umum juga meletus di Delhi pada Jumat. Polisi mengambil langkah-langkah keras untuk berusaha menghentikan aksi protes.

Ribuan polisi dikerahkan ke lokasi demonstrasi Jantar Mantar di Delhi, yang menjadi pusat aksi Cockroach sebelumnya pada Juli. Sekitar selusin stasiun metro di kawasan tersebut ditutup dan pemutusan akses internet diberlakukan.

Ratusan orang yang datang ke Jantar Mantar langsung dipaksa masuk ke dalam bus polisi. Penahanan massal terhadap sedikitnya 700 orang, termasuk pemimpin masyarakat sipil dan politikus oposisi, memicu kemarahan.

Para demonstran yang berada di dalam bus menjulurkan tubuh mereka melalui jendela dan menuduh polisi telah merampas hak-hak dasar demokratis mereka.

Partai-partai oposisi mengatakan mereka juga akan memulai gerakan protes nasional untuk menuntut pengunduran diri Kumar.

Seluruh anggota parlemen dari kubu oposisi berencana melakukan aksi jalan kaki menuju kantor Komisi Pemilihan Umum di Delhi pekan depan. []

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button