ZISWAF

Hasil Riset: Perolehan Zakat Cara Digital Masih Kecil Dibandingkan Cara Konvensional

Jakarta (SI Online) – Lembaga Amil Zakat (LAZ) siap untuk memasuki era digital. Bukan hanya itu, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ternyata berdampak positif pada kinerja LAZ dan pengelolaan zakat.

Sayangnya, perolehan dana zakat yang digalang melalui platform digital masih kecil dibanding metode konvensional. Hal itu disebabkan kapasitas masyarakat masih rendah dan belum terbiasa menyalurkan zakat secara digital.

Sejumlah hal tersebut merupakan hasil riset kolaborasi Forum Zakat (FOZ) dan Filantropi Indonesia (FI) yang disampaikan dalam konferensi pers diseminasi hasil riset “Kesiapan LAZ dalam Menghadapi Era Digital” yang digelar di Jakarta, Senin siang (29/6/2020.

Konferensi pers secara daring itu menghadirkan Co-Chair Badan Pengarah FI Erna Witoelar, Ketua Umum FOZ Bambang Suherman dan Direktur Eksekutif FI, Hamid Abidin.

Bambang Suherman mengatakan, riset dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, serta melibatkan 104 LAZ dan para stakeholder kunci gerakan zakat Indonesia.

Bambang memaparkan, berdasarkan hasil riset, LAZ (Lembaga Amil Zakat) sudah siap dalam memasuki era digital. Kesiapan tersebut dilihat dari beberapa indikator, yakni kesiapan lembaga, kesiapan SDM, kesiapan informasi dan kesiapan infrastruktur TIK.

Berdasarkan riset, lanjut Bambang, mayoritas pengelola LAZ (78%) menyatakan kesiapannya bertransformasi ke era digital.

Kesiapan itu tercermin dari pandangan mereka bahwa penggunaan TIK sangat penting (84%) dan mendukung (88%) pengelolaan ZIS (zakat, infaq dan shodaqoh). Keseriusan juga terlihat dari jumlah LAZ yang memiliki akses internet di kantor (96%) dan mengelola kanal media digital (97%). Mayoritas LAZ juga memiliki SOP (standart operational procedure) yang mengatur penggunaan platform digital dalam pengelolaan ZIS.

Terkait kesiapan SDM, lanjut Bambang, hasil riset menggambarkan bahwa mayoritas amil LAZ punya kapasitas dalam memanfaatkan platform digital.

Kesiapan SDM LAZ juga dilihat dari eksistensi divisi IT yang ada di sebagian besar LAZ (63%). Bahkan, 54% dari LAZ yang jadi responden secara khusus memiliki divisi digital marketing.

“Para pengelola LAZ juga menaruh perhatian terhadap pengembangan kapasitas digital amil. Hal ini ditunjukkan oleh 69% LAZ yang mengembangkan program peningkatan kompetensi amil digital, sementara yang mengalokasikan anggaran khusus untuk pengembangan SDM mencapai 86%,” katanya.

1 2Laman berikutnya
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close