SURAT PEMBACA

Hijrah Menuju Syariah Kaffah

Panji Rasulullah berkibar di lebih dari 300 kota dan kabupaten. Mengiringi tanda pagar (tagar) yang menjadi trending topik Indonesia dan dunia, yaitu: #Khilafahwillback,, #WeAreTheWorldKhilafah, #Muharram1441H, #HijrahMenujuSyariahKaffah, #HijrahSelamatkanIndonesia, dan #TinggalkanLiberalismeLawanKomunisme.

Setiap wilayah memiliki cara tersendiri menyambut pergantian tahun baru, 1 Muharam 1441 Hijriyah. Ibu Kota Jakarta pun turut ambil bagian menyelenggarakan acara ‘Jakarta Muharram Festival 2019’, yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (Pemprov DKI). Diadakan di sekitar bundaran Hotel Indonesia pada 1 September 2019. (cnnindonesia, 1/9/2019)

Momen hijrah kali ini pun dimeriahkan dengan pawai obor, berbagai kajian Islam, salat berjamaah dan pawai menghiasi Indonesia dari sabang hingga merauke. Ratusan bahkan ribuan turun ke jalan menyuarakan takbir. Ayah, ibu beserta anak-anak yang masih dalam buaian tak ketinggalan ikut ambil bagian. Bentang spanduk, dan roya liwa dipegang dengan bangga dalam jemari kaum muslim

Tidak dapat dipungkiri, bendera tauhid menjadi primadona dalam perayaan pergantian tahun. Seluruh mata dan hati umat terarah kepadanya. Terbayang betapa besar perjuangan Rasulullah menegakkan kalimat tauhid. Tidak hanya tertulis di bendera, tapi juga dalam tataran aplikatif kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

Bendera tauhid adalah ekspresi cinta pada Allah dan Rasulullah, demikian diungkapkan Pakar hukum tata negara Mahfud MD. Ia berpendapat bendera tauhid bukan merupakan bendera kelompok radikal. Hal itu disampaikan Mahfud pada Halaqah Alim Ulama di Solo, seraya meluruskan opini yang beredar bahwa ia sebenarnya tidaklah anti bendera tauhid, Sabtu, 31 Agustus 2019. (Tempo.co, 1/9/2019)

Setiap kaum muslim tentu cinta Islam, simbol-simbolnya dan perjuangan menegakkan agama Allah. Hanya saja sekularisme yang dijadikan asas pengurusan umat, membuat lupa pada jati dirinya sebagai ‘Khoiru Ummah’. Oleh sebab itu perjuangan penerapan syariat Islam harus terus massif diserukan. Agar umat segera pindah sebagaimana Rasul pernah mencontohkan.

Hijrah Rasulullah dan kaum muslim ke Madinah dalam wadah institusi negara, adalah titik balik perjuangan Islam. Saat itulah posisi Islam diperhitungkan. Kafir Quraisy semakin jeri melihat kekuatan umat. Yahudi pun dibuat mati langkah, tak berdaya, akhirnya mengambil jalan mengikat perjanjian dengan Islam.

Hal ini semestinya bisa terealisasi saat ini. Saat umat mulai jengah dengan aturan kufur, maka tuntutan umat menguat kembali pada Islam. Ketika para petinggi negeri sibuk dengan wacana pindah Ibu Kota, kaum muslim pun menyeru seluruh umat untuk pindah atau hijrah. Bukan fisik yang pindah. Akan tetapi pindah dari pemikiran kufur menuju pemikiran cemerlang.

Kebangkitan Islam merupakan hajat Allah. Dalam bisyaroh telah dikabarkan bahwa masa kebangkitan itu akan datang. Setelah masa mulkan jabriyan atau kepemimpinan diktator, akan datang kejayaan Islam dengan model pemerintahan Khilafah ala minhajin nubuwwah. Di sanalah tegak syariat Allah.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button